Sebanyak 148 kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Kelurahan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, mengikuti pelatihan pengembangan kemampuan komunikasi pada Rabu (12/8). Kegiatan tersebut digelar Pemerintah Kelurahan Cempaka Baru bersama Yayasan Plan Indonesia untuk meningkatkan kemampuan kader dalam mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan demam berdarah.
Sekretaris Kelurahan Cempaka Baru, Hikmah Widiyanti, mengatakan materi pelatihan berfokus pada komunikasi persuasif dan edukasi kepada warga. Kemampuan tersebut dinilai penting agar kader dapat menyampaikan pesan kesehatan secara lebih efektif.
Pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran kader Jumantik dalam mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Hikmah menjelaskan, setelah mengikuti pembinaan, seluruh kader akan berpartisipasi dalam lomba pembuatan vlog yang dijadwalkan pada September mendatang.
Kompetisi tersebut akan menguji kemampuan kader dalam menerapkan teknik komunikasi yang telah dipelajari. Materi yang disampaikan diharapkan dapat membantu kader menyampaikan edukasi dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami.
Melalui kegiatan tersebut, kader didorong tidak hanya melakukan pemantauan jentik, tetapi juga mampu memotivasi warga untuk berperan aktif dalam pencegahan demam berdarah. Purnama, kader Jumantik RT 15/RW 05 Cempaka Baru, menilai peningkatan kapasitas komunikasi memberikan manfaat langsung dalam menjalankan tugasnya.
Ia mengatakan kemampuan berkomunikasi secara efektif dapat membantu membangun kesadaran warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk penyebab demam berdarah.
Pemerintah Kelurahan Cempaka Baru berharap peningkatan kemampuan komunikasi tersebut dapat memperkuat efektivitas kader dalam melakukan edukasi di lingkungan masing-masing. Para kader juga diharapkan mampu mengajak masyarakat lebih konsisten menjaga kebersihan dan menghilangkan tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Lomba vlog pada September nantinya menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana materi pelatihan dapat diterapkan dalam kegiatan edukasi. Dengan komunikasi yang lebih persuasif, upaya pencegahan demam berdarah di tingkat masyarakat diharapkan semakin efektif.
Alexander Jason – Redaksi

