Lionel Messi membagikan pesan penuh haru untuk mendiang ayahnya melalui akun Instagram pribadinya, @leomessi. Dalam pesan yang dibagikan tersebut pada Rabu (12/8), Messi mengenang sang ayah, hubungan mereka, serta perjuangan yang mereka lalui bersama, termasuk ketika kondisi sang ayah memburuk menjelang Piala Dunia.
“Dad, aku masih tidak percaya bahwa kamu sudah pergi. Aku tidak ingin terpuruk. Sangat sulit bagiku membayangkan bahwa aku tidak akan melihatmu lagi dan kita tidak akan berbicara lagi,” tulis Messi.
Messi mengaku memahami bahwa sang ayah telah lama menderita dan kepergiannya mungkin merupakan yang terbaik. Namun, pemain asal Argentina itu merasa kehilangan tersebut datang terlalu cepat karena menurutnya masih banyak hal yang seharusnya bisa mereka nikmati bersama.
Sang ayah juga menjadi sosok yang sangat menginginkan Messi tampil di Piala Dunia terakhirnya. Beberapa hari sebelum turnamen dimulai, kondisi sang ayah semakin memburuk. Meski begitu, Messi tetap mendapatkan harapan dari ibunya bahwa sang ayah akan membaik dan masih bisa melakukan perjalanan untuk menyaksikan pertandingan.
Messi bahkan sempat mengatakan kepada sang ayah bahwa Argentina akan mencapai final sehingga dirinya bisa datang dan menyaksikan pertandingan tersebut secara langsung.
Namun, setelah pertandingan-pertandingan Argentina berakhir, Messi mulai menyadari bahwa kondisi sang ayah semakin serius. Ia selalu menantikan pesan dari sang ayah setiap pertandingan selesai, tetapi pesan tersebut tak kunjung datang.
Meski situasi tersebut membuatnya khawatir, Messi tetap berusaha fokus membawa Argentina melangkah sejauh mungkin. Ia berharap keberhasilan timnya di Piala Dunia bisa memberinya waktu lebih banyak bersama sang ayah dan memungkinkan sang ayah menyaksikan salah satu pertandingan.
Argentina akhirnya berhasil mencapai final, tetapi sang ayah tidak dapat hadir. Messi mengaku ingin memenangkan pertandingan tersebut untuk membawa trofi kepada ayahnya dan memperlihatkan pencapaian baru yang telah diraihnya.
Namun, tubuh Messi sudah berada di batas kemampuan. Ia mengaku telah berusaha melawan kondisi fisiknya, tetapi tidak mampu memberikan lebih banyak lagi.
Ketika Messi kembali, sang ayah bahkan sempat mengira Argentina kalah di final melalui adu penalti. Keduanya tidak sempat membicarakan banyak hal mengenai perjalanan di Piala Dunia tersebut.
Meski Argentina saat itu belum menjadi juara, Messi mengatakan bahwa dirinya dan keluarganya tetap menikmati setiap pertandingan. Ia juga mengingat kembali pesan sang ayah yang selalu memintanya untuk tetap berada di lapangan dan bermain.
Kini, kehilangan tersebut membuat Messi mengaku tidak tahu bagaimana harus melanjutkan hidup tanpa sosok yang selalu berada di sisinya sejak awal perjalanan karier.
“Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan tanpamu. Aku tidak tahu bagaimana harus melanjutkan semuanya. Aku hanya bermain sepak bola, dan sekarang aku memiliki banyak keraguan apakah akan terus melakukannya untuk waktu yang lama,” tulis Messi.
Messi juga mempertanyakan mengapa sang ayah tidak bisa bertahan sedikit lebih lama agar mereka dapat menyelesaikan perjalanan tersebut bersama-sama.
“Aku akan sangat merindukanmu, tetapi kamu akan selalu hadir. Beristirahatlah dengan tenang dan jagalah kami dari atas seperti yang kamu lakukan ketika berada di sini. Terima kasih untuk semuanya.”
“Aku mencintaimu, Ayah.”
Akbari Danico – Redaksi

