Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai rencana pengenalan bahasa asing sejak kelas 1 sekolah dasar (SD). Menurut Mu’ti, kebijakan tersebut tidak berarti seluruh bahasa asing akan langsung menjadi mata pelajaran khusus.
Mu’ti mengatakan bahasa asing selain bahasa Inggris akan lebih diarahkan sebagai tahap pengenalan bagi siswa SD.
“Yang maksud itu bukan bahasa dalam pengertian sebagai mata pelajaran khusus ya, tapi lebih pada pengenalan bahasa asing gitu, khususnya untuk yang SD,” kata Mu’ti di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).
Sementara itu, pemerintah telah menyiapkan kebijakan khusus untuk bahasa Inggris. Mulai 2027, bahasa Inggris akan ditetapkan sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 3 SD.
“Kalau yang bahasa Inggris kan memang nanti tahun 2027 bahasa Inggris sudah menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas tiga SD. Yang bahasa Inggris. Nah, yang bahasa yang lainnya itu nanti sifatnya pengenalan aja,” ujarnya.
Mu’ti mengatakan pembelajaran bahasa asing selain bahasa Inggris sebenarnya sudah dilakukan di sejumlah sekolah, terutama pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
“Tapi untuk yang jenjang yang lebih tinggi, beberapa sekolah sudah melakukan itu. Beberapa sekolah kan sudah mengajarkan bahasa asing selain bahasa Inggris, juga ada bahasa Mandarin, bahasa Korea,” katanya.
Sebelumnya, Prabowo menyampaikan keinginannya agar anak-anak Indonesia mulai mengenal bahasa asing sejak kelas 1 SD. Dalam Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8), Prabowo menilai penguasaan bahasa asing merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki generasi muda.
“Bahasa asing mutlak, harus kita kuasai. Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD saudara-saudara sekalian, SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing,” kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).
Menurut Prabowo, anak-anak pada usia dini memiliki kemampuan belajar bahasa yang lebih cepat. Karena itu, pengenalan bahasa asing sejak sekolah dasar dinilai penting untuk memperluas akses peserta didik terhadap pendidikan dan peluang global.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

