Shakhtar Donetsk berencana menggunakan Stamford Bridge sebagai venue laga kandang mereka di Liga Champions musim 2026/27. Menurut laporan Nizaar Kinsella pada Jumat (14/8), klub Ukraina tersebut memilih stadion milik Chelsea karena memiliki kapasitas sekitar 40.000 penonton, sementara Shakhtar masih belum dapat menggunakan stadion kandang mereka akibat situasi keamanan dan konflik yang berlangsung sejak 2014.
Stamford Bridge menjadi pilihan utama Shakhtar karena kapasitasnya lebih besar dibandingkan dua opsi lain yang sempat dipertimbangkan, yakni Craven Cottage milik Fulham dan Gtech Community Stadium milik Brentford.
Kedua stadion tersebut memiliki kapasitas yang lebih kecil sehingga Stamford Bridge dinilai menjadi opsi paling ideal bagi Shakhtar untuk menjalani pertandingan kandang mereka di kompetisi Eropa.
Penggunaan Stamford Bridge juga disebut tidak didorong oleh kepentingan komersial. Shakhtar dan Chelsea diketahui memiliki hubungan yang cukup baik, salah satunya setelah The Blues merekrut Mykhailo Mudryk pada 2023.
Hubungan kedua klub juga semakin erat melalui Game4Ukraine, pertandingan amal yang melibatkan sejumlah pesepak bola untuk membantu pemulihan Ukraina. Faktor tersebut turut menjadi alasan Stamford Bridge dipertimbangkan sebagai markas sementara Shakhtar.
Meski demikian, rencana tersebut belum sepenuhnya mendapatkan lampu hijau. Shakhtar masih membutuhkan persetujuan dari Dewan Kota Hammersmith and Fulham serta UEFA sebelum dapat menggunakan Stamford Bridge sebagai venue resmi pertandingan Liga Champions.
Jika seluruh persetujuan berhasil diperoleh, Stamford Bridge berpotensi menjadi rumah sementara Shakhtar Donetsk selama menjalani perjalanan mereka di Liga Champions musim ini.
Akbari Danico – Redaksi

