National

Revitalisasi Sekolah Bikin Belajar Siswa SMP Negeri 6 Kupang Tengah Lebih Nyaman

Sebelum Program Revitalisasi Sekolah dilaksanakan, siswa SMP Negeri 6 Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, harus berbagi fasilitas dengan sekolah dasar yang berada dalam satu kawasan.

Keterbatasan ruang kelas membuat kegiatan belajar mengajar harus berlangsung dalam dua sesi, yakni pagi dan siang. Penggunaan fasilitas secara bersama, termasuk lapangan sekolah, juga membuat aktivitas siswa SMP dan SD kerap beririsan sehingga suasana belajar kurang kondusif.

Kondisi tersebut masih diingat Gabriel Yuan Nggeolima, siswa kelas VIII sekaligus Ketua OSIS SMP Negeri 6 Kupang Tengah. Ia mengatakan, sebelum revitalisasi, para siswa harus menyesuaikan jadwal pembelajaran karena keterbatasan ruang kelas.

Menurut Yuan, sistem pembelajaran bergantian tersebut turut memengaruhi semangat belajar siswa. Aktivitas sekolah dasar yang berlangsung di kawasan yang sama juga terkadang mengganggu konsentrasi saat pembelajaran.

Program Revitalisasi Sekolah kemudian membawa perubahan bagi siswa di SMP Negeri 6 Kupang Tengah. Penambahan ruang kelas membuat seluruh siswa kini dapat mengikuti pembelajaran dalam satu sesi pada pagi hari. Lingkungan sekolah yang telah terpisah dari sekolah dasar juga menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan kondusif.

“Kami semakin senang datang ke sekolah karena sekarang sudah dipisahkan dengan SD. Belajar juga lebih nyaman karena tidak ada lagi keributan yang mengganggu proses belajar,” kata Yuan.

Proses Belajar Semakin Nyaman

Sejak Maret 2026, Program Revitalisasi Sekolah selesai dilaksanakan. Selain menghadirkan ruangan dan bangunan baru, program ini juga mengakhiri sistem pembelajaran bergantian yang selama ini menjadi penghambat dan penyebab suasana kegiatan belajar mengajar tidak tenang dan nyaman.

Sebagai Ketua OSIS, Yuan melihat perubahan yang terjadi membawa pengaruh baik pada teman-temannya. Menurutnya, sekarang semua lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar dikarenakan lingkungan sekolah yang baru dan lebih tenang dibandingkan sebelumnya.

“Teman-teman bilang sekolah sekarang sudah tambah bagus. Sekarang kita sudah masuk pagi semua, jadi bikin semangat,” katanya.

Selain itu, para orang tua murid juga memberikan respons positif terhadap program ini. Bangunan baru membuat antusiasme dan keceriaan anak-anak terpancar. Lingkungan belajar sudah jauh lebih baik dan tidak menyatu dengan sekolah dasar. Para orang tua juga senang anak-anak mereka mendapatkan lingkungan belajar yang layak.

Yuan berharap semakin banyak sekolah di berbagai daerah yang dapat merasakan manfaat dari program ini, khususnya sekolah-sekolah yang masih menghadapi keterbatasan sarana pendidikan.

“Semoga ke depan pemerintah bisa melihat teman-teman di pelosok Indonesia, seperti Papua. Mereka juga membutuhkan sekolah yang layak seperti kami,” kata Yuan.

Program Revitalisasi Sekolah menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan sarana fisik, tetapi juga penciptaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan kondusif. Dengan fasilitas yang memadai, siswa memiliki ruang yang lebih baik untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi.

Fito Wahyu Mahendra  Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...