Polri bergerak cepat merespons gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengerahkan Kapolda NTT, Irjen Pol. Rudi Darmoko, ke Kabupaten Sikka untuk memantau langsung kondisi masyarakat dan kebutuhan di lapangan.
Rudi bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berangkat dari Kupang menggunakan pesawat Polri CASA 212-200 pada Sabtu (15/8/2026) siang.
Setibanya di Sikka, rombongan menuju Mapolsek Alok, menerima laporan situasi, menemui warga terdampak, dan menyerahkan bantuan awal kepada sekitar 100 warga. Kapolda menegaskan bantuan lanjutan akan segera dikirim sesuai kebutuhan masyarakat.
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat terdampak sekaligus menegaskan bahwa kebutuhan dasar warga menjadi prioritas. Hal tersebut mencakup makanan dan minuman, layanan kesehatan, evakuasi, keamanan lingkungan, akses menuju wilayah terdampak, serta kelancaran distribusi bantuan.
Polri juga meminta personelnya tetap memberikan pelayanan dengan empati dan segera melaporkan kendala yang membutuhkan dukungan tambahan. Menurut Isir, dalam situasi bencana, Polri harus hadir bukan hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang membantu warga menghadapi musibah.
Sebagai langkah lanjutan, Polri akan memberangkatkan perkuatan dari Mabes Polri pada Sabtu malam menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo. Tim tersebut terdiri dari 100 personel Korbrimob Polri, tiga personel Disaster Victim Identification (DVI), tiga personel Slog Polri, Tim Trauma Healing Biro Psikologi SSDM Polri, serta personel Divhumas Polri.
Setiap unsur memiliki tugas berbeda, mulai dari pengamanan dan respons lapangan, identifikasi korban, dukungan logistik, hingga pendampingan psikologis bagi masyarakat terdampak.
Divhumas Polri juga akan memastikan informasi mengenai penanganan bencana disampaikan secara cepat, akurat, dan bersumber resmi. Isir mengatakan pengerahan berbagai unsur tersebut menunjukkan respons Polri dilakukan secara berlapis untuk menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
Polri bersama TNI, pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan pemangku kepentingan lainnya akan terus memantau situasi serta mengoptimalkan sumber daya untuk menjamin keselamatan warga. Penanganan diarahkan agar pemenuhan kebutuhan dasar, distribusi bantuan, dan proses pemulihan masyarakat dapat berjalan cepat, terpadu, dan berkelanjutan.
Alexander Jason – Redaksi

