Tyrese Haliburton mengungkapkan bahwa dirinya sempat yakin akan dipilih Golden State Warriors pada NBA Draft 2020 setelah menjalani workout yang menurutnya menjadi yang terbaik dalam hidupnya. Haliburton menceritakan pengalaman tersebut dalam podcast Numbers on the Board, termasuk keyakinannya bahwa Warriors akan memilihnya dengan pick No. 2.
Haliburton mengatakan bahwa dirinya tampil sangat baik dalam sesi latihan bersama Warriors. Bahkan, ketika Steve Kerr meminta dirinya melakukan latihan shooting sambil conditioning untuk melihat kemampuannya bermain dalam situasi full court, Haliburton mengaku tetap mampu memasukkan tembakan-tembakannya.
“Saya pikir, mereka akan memilih saya di nomor 2,” ujar Haliburton.
Namun, keyakinan tersebut berubah ketika ia menjalani sesi wawancara dengan Warriors. Menurut Haliburton, pihak tim mengakui bahwa gaya bermainnya sangat cocok dengan kebutuhan Golden State, tetapi masih ragu untuk menggunakan pick No. 2 untuk memilihnya.
“Mereka bilang, ‘Kami tahu kamu sangat cocok dengan kami. Kami tahu kamu sangat cocok, tetapi kami tidak tahu apakah kami bisa memilihmu di nomor 2,’” kata Haliburton.
Warriors pada akhirnya memilih James Wiseman dengan pick kedua, sementara Haliburton baru terpilih di urutan ke-12 oleh Sacramento Kings. Ia kemudian pindah ke Indiana Pacers dan berkembang menjadi salah satu pemain utama tim tersebut.
Haliburton juga merasa dirinya akan sangat cocok bermain bersama Stephen Curry apabila Warriors memilihnya. Menurutnya, kemampuan Curry bermain tanpa bola akan memberikan ruang baginya untuk mengatur serangan sekaligus menemukan Curry dalam posisi yang menguntungkan.
“Steph ingin bermain tanpa bola. Itu memungkinkan saya memegang bola dan kemudian menemukannya. Saya berpikir, ‘Oh, ini bisa sangat luar biasa,’” ujar Haliburton.
Pada akhirnya, skenario tersebut tidak pernah terjadi. Namun, kisah tersebut menjadi salah satu momen menarik dari NBA Draft 2020, terutama setelah Haliburton berkembang menjadi pemain bintang dan membuktikan bahwa dirinya memang memiliki kemampuan untuk menjadi salah satu guard elite di NBA.
Akbari Danico – Redaksi

