Pemenang Ballon d’Or 2024, Rodri dilaporkan memilih Barcelona bukan karena faktor finansial, melainkan karena proyek olahraga dan kesesuaian gaya bermain yang ditawarkan klub Catalan tersebut.
Menurut laporan Marca pada Selasa (18/8), tawaran finansial dari Barcelona dan Real Madrid disebut berada di kisaran yang relatif sama. Gelandang berusia 30 tahun itu menilai gaya bermain Barcelona lebih sesuai dengan karakter dan kualitas yang dimilikinya.
Sementara itu, proyek Real Madrid dianggap lebih tidak pasti baginya, terutama mengingat usia Rodri yang kini memasuki fase penting dalam kariernya. Pendekatan Madrid terhadap Rodri juga disebut tidak terlalu agresif. Bahkan, terdapat pandangan di Valdebebas yang meragukan kesesuaian gaya bermainnya dengan kebutuhan tim saat ini.
Salah satu ungkapan yang muncul di internal Madrid menyebut Rodri dianggap “terlalu memperlambat bola” dan bukan profil gelandang yang sedang mereka cari. Los Blancos disebut lebih menginginkan pemain tengah dengan karakter yang lebih dinamis dan kuat.
Meski demikian, Presiden Real Madrid Florentino Pérez dan Direktur Umum José Ángel Sánchez tetap sempat menghubungi Rodri. Namun, pendekatan tersebut tidak dilakukan secara besar-besaran seperti ketika Madrid mengejar pemain bintang lainnya.
Situasi berbeda terjadi di Barcelona. Klub Catalan tersebut mengerahkan berbagai sumber daya untuk meyakinkan Rodri. Direktur olahraga Deco, Presiden Joan Laporta, pelatih Hansi Flick, hingga sejumlah pemain Barcelona disebut ikut berkomunikasi dengan sang gelandang.
Pendekatan kolektif tersebut membuat Rodri semakin yakin dengan proyek Barcelona. Ia melihat klub tersebut menawarkan lingkungan dan filosofi sepak bola yang sesuai dengan cara dirinya ingin bermain.
Setelah mengambil keputusan, Rodri kemudian menghubungi José Ángel Sánchez secara langsung. Ia menyampaikan terima kasih atas ketertarikan dan sikap profesional Madrid sebelum akhirnya menutup pembicaraan mengenai kemungkinan kepindahannya ke Santiago Bernabéu.
Akbari Danico – Redaksi

