Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mendorong transformasi sektor transportasi yang dikelola badan usaha milik negara (BUMN) guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, bersama Danantara Asset Management (DAM) mendorong transformasi transportasi nasional untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dony menilai seluruh proses transportasi perlu terus dievaluasi karena masyarakat berhak mendapatkan layanan yang baik. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penyusunan peta konektivitas nasional yang mencakup aset, simpul, rute, layanan, serta keterhubungan antarmoda yang dikelola badan usaha milik negara (BUMN). Pemetaan tersebut juga bertujuan mengidentifikasi celah konektivitas, hambatan, dan potensi tumpang tindih jaringan.
Danantara akan mengolah data, melakukan analisis awal, konsultasi dan validasi, hingga menyusun koridor logistik serta proyek percontohan. Peta konektivitas tersebut nantinya diharapkan menjadi dasar pengembangan sistem transportasi dan logistik yang lebih terintegrasi.
Dony menegaskan transformasi transportasi tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan bisnis. Setiap perubahan harus menghasilkan peningkatan kualitas layanan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurut Dony, pengalaman pengguna harus menjadi bagian utama dalam pembenahan sistem transportasi. Perjalanan penumpang perlu dirancang secara menyeluruh sejak sebelum keberangkatan, selama perjalanan, hingga saat tiba di tujuan.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya mendapatkan transportasi yang terhubung, tetapi juga pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan positif. Ia menilai transformasi tidak akan berarti apabila hanya berhenti sebagai konsep tanpa memberikan perubahan nyata bagi pengguna.
Melalui pemetaan konektivitas dan peningkatan kualitas layanan, Danantara berharap jaringan transportasi dan logistik BUMN dapat semakin terintegrasi. Langkah tersebut juga diharapkan memperkuat sinergi antar-BUMN dalam membangun ekosistem transportasi nasional. Integrasi jaringan yang lebih baik berpotensi mengurangi hambatan distribusi sekaligus menekan biaya logistik.
Pada akhirnya, transformasi tersebut diarahkan untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Alexander Jason – Redaksi

