Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data terkait dampak gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT).
Data ini merupakan hasil update terkini BNPB pada Kamis (20/8) pada pukul 16.00, jumlah korban meninggal dunia tercatat bertambah 4 orang, sehingga total mencapai 75 orang. Penambahan korban jiwa tersebut terkonfirmasi berada di Kabupaten Sikka (2 jiwa), Kabupaten Manggarai (1 jiwa), dan Kabupaten Nagekeo (1 jiwa).
Sementara itu, jumlah korban luka-luka bertambah 9 orang yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Ngada, sehingga total korban luka mencapai 907 orang.
Kerusakan permukiman juga terus bertambah. Hingga saat ini, sebanyak 36.163 unit rumah teridentifikasi mengalami kerusakan atau meningkat 7.187 unit dibandingkan laporan sebelumnya. Kondisi tersebut turut memicu peningkatan jumlah warga yang mengungsi dari sekitar 59 ribu orang menjadi lebih dari 92 ribu orang dalam sehari.
“Saat ini kami mencatat ada 92.735 jiwa yang semula ada 59.647 jiwa, sehingga di catatan kami bertambah 33.088 jiwa dengan rincian yang paling banyak berasal dari Kabupaten Nagekeo 21.883 jiwa bertambah, di Kabupaten Manggarai bertambah 9.649 jiwa, Kabupaten Manggarai Barat bertambah 1.556 jiwa,” ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Suar Pelita Panjaitan, dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube BNPB, Kamis (20/8/2026).
BNPB menyebut aktivitas gempa susulan yang masih intensif membuat banyak warga memilih bertahan di lokasi pengungsian demi alasan keselamatan sambil menunggu kondisi kembali stabil.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

