National

Percepatan Pemulihan Pascabencana, Pendataan Rumah Rusak di NTT Terus Digenjot

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mempercepat pendataan rumah yang rusak akibat gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu. Pendataan dilakukan bersamaan dengan penanganan darurat untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat sekaligus menentukan kebutuhan personel verifikasi di lapangan.

Data rumah rusak berat juga menjadi dasar untuk menentukan dukungan hunian sementara dan Dana Tunggu Hunian (DTH). BNPB telah menurunkan tim untuk mendata kerusakan di tujuh kabupaten terdampak.

Berdasarkan data sementara hingga Sabtu (22/8), sebanyak 53.971 rumah telah teridentifikasi mengalami kerusakan. Jumlah tersebut terdiri dari 19.006 rumah rusak berat, 11.777 rusak sedang, dan 23.188 rusak ringan. Kerusakan terbanyak tercatat di Manggarai Timur dengan 17.039 rumah, disusul Manggarai Barat sebanyak 9.402 rumah dan Ngada sebanyak 8.129 rumah. Kabupaten lainnya yang terdampak meliputi Manggarai, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

BNPB menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan harus melalui proses verifikasi serta validasi agar sesuai dengan kondisi faktual di lapangan. Data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa telah tersedia di enam kabupaten, sementara proses input data di Kabupaten Manggarai masih berlangsung.

Di Kabupaten Nagekeo, verifikasi telah dilakukan selama dua hari oleh pemerintah daerah menggunakan instrumen pendataan BNPB. Jika ditemukan ketidaksesuaian melalui sampling, verifikasi ulang akan dilakukan sebelum data ditetapkan melalui keputusan kepala daerah.

BNPB bersama pemerintah daerah terus memperkuat sinergi agar proses pendataan dapat mendukung pemulihan pascabencana secara cepat dan tepat sasaran. Meski pendataan kerusakan berjalan secara paralel, penanganan darurat tetap menjadi prioritas utama untuk memastikan keselamatan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Data yang telah terverifikasi nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan dukungan pada tahap pemulihan. Langkah tersebut diharapkan membuat proses rehabilitasi dan bantuan bagi warga terdampak berlangsung lebih akurat dan akuntabel.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...