Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, berhasil dipadamkan pada Sabtu (22/8) malam setelah sekitar 200 personel gabungan dikerahkan. Pemadaman dimulai pukul 16.00 WIB dan menghadapi medan yang sulit serta angin kencang, tetapi titik api berhasil dikendalikan sekitar pukul 19.30 WIB.
Kapolda Lampung, Inspektur Jenderal Polisi Helfi Assegaf, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil respons cepat dan sinergi seluruh unsur di lapangan. Polri bersama pihak terkait terus memperkuat koordinasi untuk menangani potensi karhutla di wilayah tersebut.
Setelah api padam, personel gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi. Petugas melakukan pembasahan, penyisiran, serta pemantauan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa di semak-semak maupun material kering. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api yang dapat menyebabkan kebakaran meluas. Patroli juga terus dilakukan di sekitar kawasan terdampak untuk mendeteksi potensi kebakaran baru.
Helfi menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan respons cepat dan kerja sama lintas sektor. Menurutnya, sinergi antara Polri dan berbagai unsur terkait akan terus diperkuat, baik dalam penanganan kebakaran maupun upaya pencegahan. Kesiapsiagaan menjadi penting mengingat kondisi lahan dan cuaca dapat meningkatkan risiko munculnya titik api. Pemerintah dan aparat juga terus mendorong langkah antisipasi agar kebakaran dapat segera ditangani.
Hingga Minggu (23/8), personel gabungan masih bersiaga di kawasan TN Way Kambas. Mereka melanjutkan pembasahan, penyisiran, patroli, dan pemantauan untuk memastikan situasi benar-benar aman dan terkendali. Upaya tersebut juga ditujukan untuk mencegah bara api kembali menyala setelah proses pemadaman. Dengan pengawasan berkelanjutan, kondisi kawasan diharapkan tetap aman dari ancaman kebakaran susulan.
Alexander Jason – Redaksi

