World

Pejabat The Fed Sebut Target Inflasi AS Sulit Tercapai hingga Perang Iran Berakhir

Presiden Federal Reserve Minneapolis, Neel Kashkari, memperingatkan pada Minggu (23/8) bahwa target inflasi Amerika Serikat sebesar 2 persen kemungkinan masih sulit tercapai selama perang Iran dan ketegangan di kawasan Teluk Persia terus berlangsung. Konflik tersebut telah menghambat lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz, mendorong kenaikan harga minyak, dan membuat konsumen AS harus membayar lebih mahal untuk energi serta bahan bakar.

“Semakin lama perang Iran berlangsung, semakin kecil keyakinan saya bahwa inflasi akan kembali ke target,” kata Kashkari saat tampil dalam program Face the Nation di CBS News.

Meski demikian, Kashkari menegaskan bahwa The Fed tetap berkomitmen penuh untuk menurunkan inflasi hingga mencapai target 2 persen. Namun, ia mengakui proses tersebut terus menghadapi tantangan, terutama setelah masyarakat AS mengalami tekanan inflasi yang berkepanjangan sejak pandemi.

“Selama lima tahun, kami terus mengatakan bahwa inflasi akan kembali ke target dalam satu atau dua tahun ke depan. Namun, waktunya terus saja mundur,” ujar Kashkari.

Konsumen mulai menghadapi kenaikan harga sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan pertama terhadap Iran pada 28 Februari. Penurunan tajam lalu lintas kapal tanker minyak yang melewati Selat Hormuz kemudian memicu lonjakan harga minyak dunia.

Berdasarkan data Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) pada Juli, harga energi—yang dikenal sangat fluktuatif—meningkat 14,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) juga menunjukkan inflasi melambat menjadi 3,4 persen, setelah sempat mencapai level tertinggi dalam tiga tahun pada dua bulan sebelumnya.

Dampak kenaikan harga energi turut dirasakan masyarakat ketika membeli bahan bakar. Menurut data American Automobile Association (AAA), harga rata-rata nasional bensin mendekati US$4,10 per galon pada Minggu. Angka tersebut meningkat sekitar 37,5 persen sejak perang dimulai.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...