Pemerintah memperkuat operasi terpadu untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera melalui pemadaman darat, pengerahan personel, patroli, water bombing, dan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan upaya tersebut difokuskan untuk menghentikan kebakaran sekaligus mencegah munculnya titik api baru. Pemerintah juga memperhatikan keselamatan masyarakat yang terdampak kabut asap. Penanganan menjadi lebih kompleks di wilayah lahan gambut karena api dapat menjalar di bawah permukaan dan kembali muncul setelah pemadaman.
Pemerintah turut memperkuat pemantauan kualitas udara di sejumlah kota terdampak. Pekanbaru tercatat memiliki indeks kualitas udara (AQI) 225 yang masuk kategori sangat tidak sehat, sementara Jambi berada di angka 187 dan Palembang 180.
Seluruh unsur terkait dikerahkan untuk menangani kondisi tersebut, termasuk pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, Manggala Agni, serta masyarakat. Presiden Prabowo Subianto mengarahkan seluruh unsur tersebut bergerak secara terpadu dalam satu komando.
Selain pemadaman dan pemantauan, pemerintah memperkuat pengawasan terhadap wilayah konsesi yang rawan mengalami karhutla. Penegakan hukum akan dilakukan terhadap pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran maupun lalai menjaga wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan tanggung jawab para pemegang konsesi sekaligus mencegah kebakaran berulang. Pemerintah menegaskan bahwa penanganan karhutla harus mencakup aspek pemadaman, pencegahan, dan penegakan hukum.
Kunjungan Prabowo ke Sumatera, yang dimulai dari Riau, menjadi bagian dari kelanjutan penanganan karhutla setelah sebelumnya pemerintah memusatkan perhatian pada wilayah Kalimantan. Pengerahan personel dan sumber daya akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Prioritas pemerintah adalah menghentikan meluasnya kebakaran, menekan kemunculan titik api baru, serta melindungi masyarakat dari dampak karhutla dan kabut asap.
Alexander Jason – Redaksi

