World

Zelensky Sebut Rusia Siap Kerahkan 300 Ribu Prajurit Tambahan ke Ukraina

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, meyakini Rusia berpotensi mengerahkan sekitar 300.000 prajurit tambahan ke Ukraina setelah pemilihan umum parlemen Rusia pada September mendatang. Zelensky menduga mobilisasi baru akan dilakukan setelah pemilu, meskipun kebijakan mobilisasi sebelumnya pada 2022 memicu protes dan eksodus warga Rusia.

Ia memperkirakan pengerahan pasukan baru akan bergantung pada perkembangan situasi di wilayah timur Ukraina. Zelensky juga menilai Rusia kemungkinan mengakhiri tahun dengan menguasai wilayah Ukraina dalam jumlah yang relatif sama seperti awal tahun.

Zelensky mengatakan Ukraina berupaya mencegah skenario tersebut dengan memperkuat operasi untuk merebut kembali wilayah Donetsk. Ia telah memerintahkan para jenderalnya untuk menyelesaikan upaya tersebut sebelum akhir tahun, dengan tujuan mencegah Rusia memperoleh keuntungan strategis dari mobilisasi baru.

Saat ini, Ukraina masih menguasai sekitar 20 persen wilayah Donetsk, termasuk kota industri strategis seperti Slaviansk dan Kramatorsk. Menurut Zelensky, Rusia akan menghadapi kesulitan untuk merebut wilayah tersebut setelah mengalami kerugian besar sejak awal tahun.

Zelensky mengklaim Rusia telah kehilangan sekitar 267.000 personel sejak awal 2026, termasuk sekitar 155.000 yang disebutnya tewas. Angka tersebut menjadi dasar bagi Kyiv untuk memperkirakan bahwa Moskow membutuhkan tambahan pasukan untuk mempertahankan atau memperluas posisi militernya.

Namun, pernyataan mengenai jumlah korban tersebut merupakan klaim dari pihak Ukraina dan belum dapat diverifikasi secara independen. Situasi di medan perang tetap dinamis dan sangat bergantung pada perkembangan operasi kedua pihak.

Selain Donetsk, Zelensky juga memperingatkan kemungkinan Rusia memperluas tekanan militer ke wilayah utara Ukraina, termasuk Kharkiv dan Sumy.

Ia mengatakan Ukraina belum melihat pengerahan pasukan Rusia dalam jumlah besar di wilayah Bryansk yang berbatasan dengan Ukraina, tetapi terdapat peralatan militer di sepanjang perbatasan.  Kondisi tersebut membuat Kyiv tetap mewaspadai kemungkinan pembukaan front baru. Pemerintah Ukraina kini memantau pergerakan pasukan dan peralatan Rusia sambil mempersiapkan langkah pertahanan di wilayah perbatasan.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...