World

Kanada Tegaskan Perlindungan Bahasa Prancis di Tengah Negosiasi Dagang dengan AS

Menteri Perindustrian Kanada Mélanie Joly menegaskan pentingnya mempertahankan bahasa Inggris dan Prancis sebagai dua bahasa resmi negara tersebut di tengah perundingan perdagangan dengan Amerika Serikat (AS), setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak akan mencampuri penggunaan bahasa Prancis oleh masyarakat Kanada.

Pernyataan Joly disampaikan pada Selasa (25/8/2026), setelah muncul perdebatan mengenai kebijakan penggunaan bahasa Prancis di Kanada, khususnya di Quebec.

Sebelumnya Perdana Menteri Mark Carney mengatakan salah satu hambatan dalam mencapai kesepakatan perdagangan dengan AS adalah permintaan Washington agar Kanada mencabut kewajiban bagi perusahaan-perusahaan AS untuk menyediakan petunjuk penggunaan dan label dalam bahasa Prancis bagi konsumen di Quebec.

Namun, pihak perunding AS membantah adanya permintaan tersebut.

Presiden AS Donald Trump kemudian mengatakan dirinya tidak akan mencampuri penggunaan bahasa Prancis di Kanada. Trump juga menyatakan kecintaannya terhadap masyarakat Kanada yang menggunakan bahasa Prancis.

Menanggapi pernyataan tersebut, Joly mengatakan keberadaan bahasa Inggris dan Prancis sebagai dua bahasa resmi merupakan bagian penting dari pembentukan Kanada.

Menurut Joly, bilingualisme berada pada inti pembentukan negaranya dan telah menjadi bagian dari identitas Kanada.

Ia juga menekankan bahwa kemampuan Kanada untuk menentukan kebijakannya sendiri dalam melindungi bilingualisme merupakan hal yang penting.

Persoalan bahasa tersebut muncul di tengah upaya Kanada dan AS mencapai kesepakatan perdagangan, sekaligus menambah perhatian terhadap isu-isu yang menjadi pembahasan antara kedua negara.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...