Kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) terhadap Kanada turut menimbulkan kekhawatiran bagi Meksiko dan masa depan Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA), dengan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tetap menyatakan optimisme sembari mengirim Menteri Ekonomi Marcelo Ebrard ke Washington untuk melakukan pembicaraan darurat.
Dalam konferensi pers pagi awal pekan ini (24/8), Sheinbaum mengatakan dirinya tetap optimistis bahwa kesepakatan dapat dicapai. Ia juga menegaskan bahwa Meksiko masih menikmati sejumlah tarif terendah di dunia.
Namun, keputusan Sheinbaum mengirim Ebrard ke Washington untuk menggelar pembicaraan darurat menunjukkan adanya kekhawatiran dari pemerintah Meksiko terhadap perkembangan kebijakan perdagangan AS.
Meksiko sendiri masih menghadapi sejumlah tarif yang diberlakukan Washington. Tarif sebesar 50 persen masih dikenakan terhadap baja dan aluminium, sementara tarif 25 persen berlaku untuk mobil dan suku cadang kendaraan.
Sejauh ini, upaya diplomatik Meksiko untuk menurunkan besaran tarif tersebut belum membuahkan hasil.
Situasi tersebut menjadi penting bagi perekonomian Meksiko mengingat AS merupakan mitra dagang terbesar negara itu. Nilai perdagangan kedua negara mencapai sekitar 900 miliar dolar AS per tahun, sementara lebih dari 80 persen ekspor Meksiko ditujukan ke pasar AS.
Hubungan Washington dengan Ottawa di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump disebut lebih dingin dibandingkan hubungannya dengan Meksiko. Trump juga berulang kali memuji Sheinbaum sebagai mitra yang dapat diajak bekerja sama.
Meski demikian, ketidakpastian masih membayangi hubungan perdagangan kedua negara. Tenggat 1 Juli untuk renegosiasi USMCA telah berlalu tanpa tercapainya kesepakatan.
Kondisi itu membuat Meksiko tetap menghadapi risiko tarif tambahan apabila pemerintahan Trump menilai defisit perdagangan AS dengan negara tetangganya di selatan tersebut memerlukan langkah perdagangan yang lebih keras.
Akbari Danico – Redaksi

