Tim penyelamat Nepal berhasil mengebor lubang menuju terowongan kabel di lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Trishuli-3 ‘A’ dalam upaya mencari korban yang diduga terjebak di terowongan yang tertimbun lumpur pada Minggu (30/8) dini hari. Udara kini dipompa melalui lubang tersebut untuk mendeteksi keberadaan korban, sementara operasi penyelamatan direncanakan berlangsung sepanjang malam apabila kondisi cuaca memungkinkan.
Menteri Energi Nepal Biraj Bhakta Shrestha mengatakan pengeboran berhasil menembus salah satu terowongan yang digunakan untuk membawa kabel di fasilitas tersebut.
Pemeriksaan awal menunjukkan tidak terdapat material reruntuhan di dalam terowongan kabel. Namun, tim penyelamat hingga kini belum berhasil menjalin komunikasi dengan siapa pun yang mungkin berada di dalam.
Shrestha mengatakan udara kini dipompa ke dalam terowongan sebagai bagian dari upaya mendeteksi apakah terdapat orang di sekitar lokasi tersebut.
Jika kondisi cuaca memungkinkan, tim penyelamat akan bekerja sepanjang malam untuk memperbesar lubang hingga cukup untuk dilewati seseorang. Tim kemudian berharap dapat menggunakan terowongan kabel tersebut sebagai akses untuk mencapai terowongan utama fasilitas pada hari berikutnya.
Namun, operasi penyelamatan menghadapi risiko terganggu akibat hujan yang terus turun. Menurut Shrestha, peningkatan aliran air dapat menyebabkan proses penyelamatan terdampak bahkan terpaksa dihentikan sementara.
“Semoga semua orang yang berada di dalam terowongan dapat diselamatkan dengan selamat. Mari berdoa dan berharap operasi penyelamatan berhasil pada masa sulit ini,” kata Shrestha.
Akbari Danico – Redaksi

