World

Korban Tewas Banjir Nepal Capai 675 Orang, Pemakaman Mulai Dilakukan

Proses pemakaman korban banjir mulai dilakukan di sejumlah wilayah Nepal pada Sabtu (29/8), setelah jumlah korban tewas meningkat menjadi 675 orang. Pemerintah melakukan pemakaman secara sistematis dengan satu jenazah untuk setiap makam serta mengumpulkan sampel DNA dan mencatat tanda-tanda identifikasi agar keluarga dapat menemukan jenazah kerabat mereka di kemudian hari.

Dilansir dari BBC News Nepali, juru bicara Kementerian Kesehatan dan Kependudukan Nepal mengatakan banyak jenazah perlu dimakamkan di kawasan yang sama agar prosesnya dapat dilakukan secara layak, aman, dan sesuai hukum, terutama karena adanya risiko pembusukan dan infeksi.

Meski dimakamkan dalam satu kawasan, setiap jenazah ditempatkan di makam yang berbeda dan dilengkapi dengan identifikasi yang sesuai.

Badan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Nepal (NDRRMA) sebelumnya melaporkan jumlah korban tewas akibat bencana tersebut telah meningkat menjadi 675 orang.

Banyak jenazah yang ditemukan tidak dapat dengan mudah diidentifikasi. Oleh karena itu, petugas akan mengambil sampel DNA dan mencatat ciri-ciri yang dapat membantu proses identifikasi.

Pemerintah juga menyimpan catatan mengenai lokasi setiap pemakaman. Langkah tersebut dilakukan agar jenazah maupun sisa-sisa korban dapat ditemukan kembali apabila keluarga datang untuk melakukan pencarian di kemudian hari.

Pihak berwenang mengatakan jenazah akan dimakamkan secara sistematis di lahan milik pemerintah, komunitas, atau kawasan hutan yang telah ditentukan.

Dalam menangani jenazah korban, pemerintah Nepal menyatakan telah mengikuti protokol internasional dan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pakar yang pernah bekerja bersama pemerintah Nepal mewakili WHO, Damodar Adhikari, mengatakan penanganan jenazah perlu dilakukan dengan cara yang tetap memungkinkan keluarga melakukan identifikasi.

Adhikari, yang juga terlibat dalam penanganan pascagempa Nepal 2015, menambahkan hal tersebut penting agar keluarga nantinya tetap dapat menjalankan proses kremasi apabila diwajibkan oleh tradisi keagamaan mereka.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...