Metropolitan

Sambut Lima Abad Jakarta, Wagub Rano Dorong Pentas Seni Bertema Sejarah

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong ruang ekspresi bagi generasi muda melalui seni dan budaya. Selain menjadi wadah kreativitas, kegiatan seni juga dapat menjadi sarana pembinaan karakter dan pengenalan sejarah kepada generasi muda.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat menghadiri pementasan Sekolah Seni Yonif (SSY) bertajuk Drama Musikal Tari Putri Lopian “Bunga Belantara Dairi” di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Minggu (30/8).

“Hari ini kita menyaksikan bagaimana anak-anak tampil dengan penuh keberanian dan kreativitas melalui Drama Musikal Tari Putri Lopian ‘Bunga Belantara Dairi’. Bagi saya, yang paling penting bukan hanya hasil di atas panggung, tetapi proses mereka belajar, berlatih disiplin, bekerja sama, dan berani mengekspresikan diri melalui seni,” ujar Rano.

Menurut Rano, pementasan seni dapat menjadi media untuk mengenalkan nilai kepahlawanan dan sejarah Nusantara sekaligus membentuk karakter, keberanian, dan kepedulian generasi muda terhadap budaya bangsa. Pembinaan seni dan budaya juga penting dalam membangun sumber daya manusia yang kreatif dan berkarakter, seiring dengan upaya Jakarta berkembang sebagai kota global.

“Tidak mudah bagi anak-anak memainkan tokoh sejarah yang berasal dari masa yang berbeda dengan mereka, seperti Sisingamangaraja. Sehingga, saya sangat bangga sanggar ini mengangkat kisah nasionalis tentang pahlawan daerah ke atas panggung teater modern,” kata Rano.

Dalam kesempatan tersebut, Rano mendorong para sutradara muda dan sanggar seni untuk memproduksi pertunjukan yang mengangkat sejarah ibu kota, dalam menyambut peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027. Pemprov DKI Jakarta siap memberikan dukungan pendampingan dan pembiayaan untuk mewujudkan pementasan tersebut.

“Saya memberikan tantangan kepada sutradara muda dan sanggar ini untuk membuat teater bertema 500 tahun Jakarta pada 2027 dengan menggali berbagai peristiwa sejarah penting, seperti peristiwa tahun 1740 (Geger Pecinan). Kami akan membantu pembiayaannya dan pementasan ini akan kita gelar kembali di panggung TIM,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pemprov DKI Jakarta akan memperkuat ruang ekspresi dan kolaborasi seni melalui berbagai program kebudayaan, termasuk Taman Ismail Marzuki dan Jakarta Penuh Warna. Sejumlah sarana di kawasan TIM yang belum optimal juga akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan seni, seperti ruang latihan sanggar dan fasilitas bioskop, sekaligus memperkuat ekosistem seni pertunjukan dan perfilman di Jakarta.

Sementara itu, Kepala Sekolah Seni Yonif sekaligus Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi, mengatakan SSY berkomitmen mengembangkan kecakapan hidup generasi muda melalui seni tari, teater, dan vokal secara gratis. Nilai perjuangan dalam lakon Putri Lopian Sinambela juga menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta SSY.

“Melalui kisah Putri Lopian Sinambela, kami menanamkan nilai keberanian, kesetiaan, dan pengorbanan kepada lebih dari 60 anak yang tampil secara profesional di panggung teater sesungguhnya. Kami juga menegaskan komitmen Sekolah Seni Yonif untuk terus berkontribusi dalam menyambut 500 tahun Jakarta,” ujar Marulina.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...