Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 188.161 warga masih mengungsi akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Data tersebut merupakan pembaruan hingga Minggu (30/8/2026).
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut, jumlah tersebut mengalami penurunan sebanyak 4.142 jiwa yang berasal dari Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia tidak mengalami penambahan. Hingga pembaruan tersebut, tercatat 111 orang meninggal dunia akibat gempa. Untuk korban luka, BNPB mencatat sebanyak 1.631 orang. Rinciannya, 223 orang mengalami luka berat dan 1.408 lainnya mengalami luka ringan.
Berton mengatakan aktivitas gempa susulan masih terus terjadi di wilayah NTT. Hingga Minggu, BMKG mencatat sebanyak 9.765 gempa susulan setelah gempa utama.
Gempa susulan terbesar tercatat memiliki magnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1.
Di tengah proses penanganan darurat, distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak juga masih berlangsung. BNPB melalui Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) di Halim Perdanakusuma, Jakarta, terus menerima dan menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak.
Pada Senin (31/8), misalnya, BNPB menerima bantuan logistik dari Bank Indonesia sebanyak 17.688 kilogram. Dari jumlah tersebut, 16.441 kilogram atau sekitar 93 persen telah didistribusikan menuju sejumlah wilayah terdampak, antara lain Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Sikka, dan Maumere.
Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat, seperti beras, kasur, tikar, selimut, terpal, perlengkapan kebersihan, makanan, air mineral, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya.
Penanganan pascagempa M7,7 di NTT terus dilakukan pemerintah bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan berbagai unsur terkait. Selain distribusi logistik, upaya penanganan juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih berada di pengungsian serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

