Race Sports

MotoGP 2026 Dinilai Jadi Penggerak Ekonomi dan Pariwisata Mandalika

Direktur Operasi InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Reza Warokka, menilai penyelenggaraan MotoGP 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga internasional, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian dan pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Mandalika dan Lombok.

Menurut Troy, kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk memastikan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 berlangsung optimal sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 akan berlangsung pada 9–11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit, The Mandalika, Lombok, NTB. Penyelenggara menargetkan ajang tersebut dihadiri lebih dari 145.000 penonton.

Troy juga menyoroti kehadiran dua pembalap Indonesia, Mario Suryo Aji di kelas Moto2 dan Veda Ega Pratama di Moto3. Keduanya menjadi bagian dari kampanye Indonesian Heroes dalam rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Troy mengatakan, MotoGP memiliki potensi strategis dalam mendukung pertumbuhan pariwisata di Mandalika dan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia berharap penyelenggaraan ajang tersebut dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, memperpanjang durasi tinggal, serta mendorong peningkatan belanja wisatawan selama berada di kawasan tersebut.

Untuk mendukung hal itu, ITDC bersama MGPA menyiapkan program Bundling Package yang menggabungkan tiket Pertamina Grand Prix of Indonesia dengan sejumlah kebutuhan perjalanan wisatawan. Paket tersebut meliputi akomodasi, transportasi udara dan laut, layanan bandara, hingga fasilitas hospitality.

Troy menjelaskan, program tersebut juga dirancang untuk menjawab sejumlah tantangan yang selama ini kerap muncul menjelang pelaksanaan MotoGP, khususnya terkait ketersediaan akomodasi, transportasi, dan konektivitas menuju Mandalika.

Menurut dia, dukungan dari berbagai pihak untuk penyelenggaraan MotoGP tahun ini juga semakin kuat.

Ia menambahkan, sinergi bisnis dalam penyelenggaraan MotoGP mencakup berbagai sektor. Mulai dari akomodasi dan hospitality, konektivitas melalui jalur udara maupun laut, hingga penyediaan paket perjalanan wisata.

Selain itu, aspek logistik juga menjadi bagian yang diperhatikan dalam persiapan penyelenggaraan ajang balap motor tersebut.

Troy menambahkan skema partnership saya rasa juga cukup baik, kita melibatkan mulai dari akomodasi, kemudian hospitality, konektivitasnya laut dan udara, kemudian juga ada travel package hingga kepada cargo handling.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...