Ketua DPR, Puan Maharani, meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan keterlibatan organisasi masyarakat atau ormas dalam pengeroyokan pedagang cermin, Bambang Setiawan, hingga tewas. Bambang menjadi korban saat kericuhan massa unjuk rasa di sekitar Gedung DPR/MPR dan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/8/2026) malam.
Puan meminta seluruh pihak yang diduga terlibat dipanggil dan diperiksa oleh penyidik, termasuk apabila ditemukan keterlibatan ormas. Ia menegaskan bahwa penyelesaian perkara harus didasarkan pada bukti yang kuat.
Puan juga mengingatkan masyarakat agar menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi secara tertib dan tidak melakukan tindakan anarkis. Menurutnya, DPR sejak awal telah meminta agar penyampaian aspirasi tidak berujung pada kerusuhan maupun perusakan.
Aparat terkait diminta menyelidiki seluruh rangkaian kejadian secara menyeluruh untuk mengetahui pihak-pihak yang bertanggung jawab. Jika keterlibatan seseorang atau kelompok terbukti secara hukum, Puan meminta agar perkara tersebut diselesaikan hingga tuntas.
Bambang Setiawan sebelumnya dilaporkan meninggal dunia setelah dikeroyok sekelompok orang ketika kericuhan terjadi di sekitar Gedung DPR/MPR, Senayan. Pria berusia 60 tahun tersebut awalnya keluar dari rumah untuk memadamkan listrik di tokonya ketika situasi massa mulai tidak terkendali. Bambang kemudian terjebak di tengah kericuhan dan menjadi sasaran amukan sekelompok orang. Ia sempat dievakuasi ke RSAL Mintohardjo untuk mendapatkan perawatan.
Namun, nyawa Bambang tidak berhasil diselamatkan dan ia akhirnya meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Kasus ini kemudian mendapat perhatian karena terjadi di tengah kerusuhan setelah demonstrasi di kawasan DPR/MPR.
Dugaan keterlibatan pihak tertentu, termasuk ormas, kini diminta untuk diperiksa berdasarkan bukti dan keterangan yang tersedia. Penyelidikan diharapkan dapat mengungkap rangkaian kejadian serta memastikan pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum.
Alexander Jason – Redaksi

