National

Mentan Berikan Tanggapan Terkait Penggunaan Tepung Singkong untuk Pemadaman Karhutla

Menteri Pertanian (Mentan), menilai inovasi bahan berbasis tepung singkong atau tapioka berpotensi menjadi solusi ramah lingkungan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah gambut. Bahan berupa hidrogel berbasis pati singkong memiliki kemampuan mengikat air dan membentuk lapisan gel yang dapat menahan panas serta menjaga kelembapan tanah.

Saat disemprotkan ke area terbakar, bahan tersebut diharapkan mampu mengurangi paparan oksigen dan mencegah api kembali menyala di bawah permukaan gambut. Inovasi ini dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi keterbatasan pemadaman menggunakan air biasa.

Meski demikian, Kementerian Pertanian menekankan perlunya memperhitungkan ketersediaan singkong sebelum teknologi tersebut diterapkan secara luas. Pemanfaatan singkong untuk penanggulangan bencana tidak boleh mengganggu pasokan pangan maupun kebutuhan bahan baku industri pengolahan makanan.

Keseimbangan antara kebutuhan teknis dan kebutuhan pangan nasional menjadi salah satu pertimbangan utama pemerintah. Karena itu, potensi inovasi tersebut masih perlu dikaji dari berbagai aspek.

Pemerintah berencana melakukan pengujian di laboratorium serta uji coba lapangan bersama sejumlah lembaga terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pengujian akan digunakan untuk mengukur efektivitas bahan dalam memadamkan api sekaligus mencegah terjadinya penyalaan kembali.

Aspek biaya juga akan diperhitungkan untuk menentukan apakah teknologi tersebut layak diterapkan dalam skala luas. Hasil pengujian akan menjadi dasar sebelum pemerintah menentukan penerapan lebih lanjut.

Jika terbukti aman, efektif, dan efisien, bahan pemadam berbasis singkong dapat melengkapi strategi nasional dalam menghadapi karhutla. Penggunaan bahan baku lokal juga berpotensi memberikan alternatif terhadap metode pemadaman yang selama ini digunakan.

Namun, penerapannya tetap harus mempertimbangkan keberlanjutan pasokan singkong dan kebutuhan masyarakat. Pemerintah berharap teknologi tersebut dapat menjadi tambahan solusi untuk wilayah yang rentan terhadap kebakaran, khususnya lahan gambut.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...