Pemerintah memberikan izin kepada 35 pesawat asing untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. Penanganan karhutla saat ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi. mengatakan izin tersebut diberikan karena Indonesia masih membutuhkan tambahan sarana pemadaman dari udara. Peralatan udara yang dibutuhkan untuk menangani kebakaran belum sepenuhnya tersedia di dalam negeri, sehingga pemerintah mendatangkan pesawat dari luar negeri.
Pesawat-pesawat tersebut didatangkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan digunakan untuk membantu proses pemadaman karhutla. Pemerintah pusat juga memberikan dukungan operasional agar armada tersebut dapat digunakan selama kondisi darurat kebakaran berlangsung.
Dudy mengatakan, seluruh izin penerbangan untuk 35 pesawat asing tersebut telah diberikan. Dengan begitu, pesawat dapat segera beroperasi membantu pemadaman api melalui udara di wilayah yang terdampak.
Sebagian besar pesawat yang digunakan untuk penanganan karhutla tersebut merupakan helikopter. Jenis pesawat ini dinilai dapat membantu proses pemadaman dari udara, terutama di lokasi yang terdampak kebakaran.
Penggunaan pesawat asing menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan. Bantuan tersebut dibutuhkan karena proses pemadaman membutuhkan berbagai sarana, termasuk armada udara yang belum tersedia dalam jumlah yang cukup di Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga terus melakukan upaya penanganan karhutla di wilayah terdampak. Dengan adanya tambahan armada dari luar negeri, proses pemadaman diharapkan dapat berjalan lebih maksimal dan kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dapat segera dikendalikan.
Reisnasya Mutiara Sringindari – Redaksi

