National

Badan Gizi Nasional Ungkap Temuan Kelalaian Disengaja dalam Insiden MBG di Sidoarjo

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menyebut terdapat unsur kelalaian yang disengaja dalam pengelolaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Kalitengah, Sidoarjo. Dugaan tersebut berkaitan dengan proses penyaluran makanan yang kemudian menyebabkan dugaan keracunan terhadap ratusan siswa dan santri.

Menurut Sudaryono, seluruh petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis mengenai penyediaan makanan telah diberikan kepada pengelola. Namun, aturan tersebut dinilai tidak dijalankan sebagaimana mestinya hingga menimbulkan persoalan serius.

Hasil penelusuran sementara menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara waktu makanan matang dan waktu yang dilaporkan dalam administrasi. Makanan yang selesai dimasak sekitar pukul 05.00 WIB seharusnya dikonsumsi sebelum pukul 09.00 WIB, tetapi laporan disebut mencatat waktu matang pada pukul 08.00 WIB. Perubahan waktu tersebut membuat batas konsumsi seolah-olah bergeser hingga pukul 10.00 WIB. Padahal, paket makanan baru dikirim ke sekolah sekitar pukul 11.30 hingga 11.40 WIB dan dikonsumsi setelah pukul 12.00 WIB.

Masalah lain ditemukan pada sistem pelabelan waktu konsumsi makanan yang dinilai tidak diterapkan pada setiap wadah. Label yang mencantumkan waktu makanan matang dan batas maksimal konsumsi hanya ditempel pada bagian atas tumpukan ompreng.

Akibatnya, para siswa dan santri tidak memperoleh informasi langsung mengenai apakah makanan yang mereka terima masih berada dalam batas aman untuk dikonsumsi. Praktik tersebut dinilai semakin memperbesar risiko ketika makanan didistribusikan jauh melewati waktu yang seharusnya.

Kasus di Kalitengah menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap prosedur keamanan pangan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program MBG. Ketidaksesuaian pencatatan dan lemahnya pelabelan dapat membuat informasi mengenai keamanan makanan menjadi tidak akurat bagi penerima.

Pemerintah perlu memastikan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjalankan prosedur secara konsisten, termasuk dalam pencatatan waktu produksi dan distribusi. Evaluasi dan pengawasan yang ketat diperlukan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG tetap terjaga.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...