World

Singapura Rencanakan Bangun Pulau Baru

Pemerintah Singapura berencana menggabungkan sejumlah pulau di bagian selatan Pulau Jurong menjadi satu daratan yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan industri, energi, dan pembangunan jangka panjang.

Rencana tersebut diungkapkan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dalam Rapat Umum Hari Nasional 2026. Pulau baru yang diberi nama proyek “Long Island” itu akan dibangun dengan menggabungkan tiga pulau, yaitu Semakau, Bukom, dan Sudong.

Lawrence mengatakan, pulau baru tersebut diharapkan dapat mendukung manufaktur canggih, infrastruktur pembangkit listrik baru, serta kebutuhan pertahanan Singapura. Nantinya, Pulau Jurong juga akan dihubungkan dengan pulau baru tersebut melalui jalur penghubung.

Proyek Long Island disebut akan mulai dikerjakan pada akhir 2026. Pembangunan pulau ini disebut mengikuti konsep reklamasi lahan yang sebelumnya digunakan Singapura untuk membentuk Pulau Jurong sebagai pusat energi dan kimia.

Meski begitu, rencana tersebut mendapat perhatian dari para ahli karena adanya tantangan terkait reklamasi lahan. Salah satunya adalah meningkatnya biaya serta keterbatasan pasokan material yang dibutuhkan untuk proses pengurugan.

Selain itu, para ahli lingkungan mengkhawatirkan dampak reklamasi terhadap ekosistem. Proyek berskala besar dinilai berpotensi mengganggu habitat serta keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.

Tiga pulau yang akan digabungkan juga memiliki fungsi yang berbeda. Pulau Sudong saat ini digunakan sebagai zona latihan tembak militer, sementara Pulau Semakau menjadi lokasi pembuangan sampah. Adapun Pulau Bukom merupakan kawasan kilang minyak.

Pemerintah Singapura mengatakan pihaknya menyadari pentingnya keanekaragaman hayati di wilayah tersebut. Karena itu, pemerintah masih melakukan berbagai kajian, termasuk studi teknis dan penilaian lingkungan, untuk memahami pilihan pembangunan serta dampaknya terhadap keanekaragaman hayati dan kondisi perairan.

Rencana pembangunan pulau baru ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan Singapura dalam beberapa dekade mendatang, di tengah keterbatasan lahan yang dimiliki negara tersebut.

Dengan keterbatasan lahan dan sumber daya alam, pemerintah Singapura memandang reklamasi serta pengembangan kawasan lepas pantai sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan industri, energi, dan pembangunan negara dalam beberapa dekade mendatang.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...