Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong agar Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia atau Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) segera berlaku dan dapat dimanfaatkan untuk memperluas perdagangan Indonesia dengan negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).
Dorongan tersebut disampaikan Prabowo saat menjadi tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
“Indonesia ingin perjanjian ini segera berlaku dan dapat dimanfaatkan, segera setelah pertukaran notifikasi memungkinkan,” ujar Presiden Prabowo saat menghadiri Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-11 sebagai tamu kehormatan utama yang digelar di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Kamis (3/9).
Indonesia-EAEU FTA adalah perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan blok ekonomi Eurasia yang beranggotakan Rusia, Kazakhstan, Belarus, Armenia, dan Kirgizstan. Perjanjian ini telah ditandatangani oleh negara-negara anggota dan Komisi Ekonomi Eurasia di St. Petersburg pada 21 Desember 2025 lalu.
Perjanjian tersebut mencakup penghapusan atau pengurangan bea masuk untuk 11.882 pos tarif, yang mencakup lebih dari 90 persen barang yang diperdagangkan antara Indonesia dan negara-negara EAEU.
Prabowo mengatakan Indonesia telah menyelesaikan proses persetujuan parlemen dan menandatangani peraturan presiden untuk meratifikasi perjanjian tersebut pada Juli 2026. Karena itu, ia meminta negara-negara anggota EAEU yang belum menyelesaikan prosedur internal segera menuntaskan proses tersebut.
“Saya dengan hormat meminta setiap negara anggota EAEU untuk menyelesaikan prosedur internalnya, sehingga kita dapat memanfaatkan perjanjian ini sesegera mungkin,” lanjutnya.
Menurut Prabowo, perjanjian tersebut merupakan arsitektur baru perdagangan di negara-negara berkembang (Global South). Perjanjian ini pun akan membuka akses bagi produsen Indonesia untuk memasarkan produknya ke lima pasar di kawasan Eurasia.
Sebaliknya, produsen dari negara-negara EAEU juga akan punya akses untuk memasarkan produknya ke lebih dari 290 juta konsumen Indonesia.
Perwakilan dunia bisnis dari Indonesia juga hadir dalam Forum tersebut untuk merealisasikan pengiriman perdana, mengidentifikasi calon pembeli, memastikan kesiapan logistik, serta membangun skema pembayaran yang sesuai dengan ketentuan FTA tersebut.
Indonesia pun berharap setelah skema tarif FTA mulai berlaku, maka semua barang, jalur distribusi, pembeli, dan kontrak perdagangan pun sudah siap untuk dilibatkan dalam implementasinya.
Sementara itu, secara khusus Presiden Prabowo juga mendorong Indonesia dan Rusia untuk menggandakan nilai perdagangan bilateral mereka melalui skema FTA EAEU ini.
“Di Forum ini, saya mendorong agar Indonesia dan Rusia menetapkan target yang jelas, yaitu menggandakan nilai perdagangan kita dalam evaluasi awal pelaksanaan FTA EAEU,” ujar Prabowo kepada peserta forum dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin.
Nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Rusia pada tahun 2025 mendekati USD5 miliar atau sekitar USD4,8 miliar, meningkat 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya Indonesia berharap hubungan ekonomi kedua negara dapat terus menunjukkan tren positif ke depan, baik secara bilateral maupun melalui kepesertaan FTA EAEU.
Kehadiran Prabowo di EEF ke-11 merupakan bagian dari kunjungannya ke Rusia atas undangan Presiden Vladimir Putin. Forum tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperkuat hubungan ekonomi Rusia dengan negara-negara Asia dan kawasan Asia-Pasifik.
Ini merupakan kali kedua Presiden Prabowo hadir ke forum ekonomi Rusia. Pada Juni 2025, Presiden Prabowo juga menghadiri Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) sebagai tamu kehormatan.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

