Ribuan orang masih dinyatakan hilang setelah banjir bandang dahsyat melanda sejumlah wilayah Nepal pada akhir Agustus. Di tengah operasi pencarian yang masih berlangsung, keluarga korban terus menghubungi para pilot helikopter untuk meminta bantuan menemukan kerabat mereka.
Pilot helikopter Nepal, Bibek Khadka, pada Minggu (6/9), mengaku menerima banyak permintaan dari keluarga yang berharap kerabat mereka dapat ditemukan setelah banjir bandang dahsyat melanda sejumlah wilayah Nepal pada Agustus lalu. Khadka bersama timnya terus menyisir daerah terdampak menggunakan helikopter untuk mencari korban selamat maupun warga yang masih dinyatakan hilang.
Khadka merupakan pilot berpengalaman yang telah terlibat dalam berbagai misi pencarian dan penyelamatan bencana di Nepal. Dalam operasi kali ini, ia harus menghadapi kondisi berat di lapangan di tengah banyaknya keluarga yang masih menunggu kabar mengenai anggota keluarga mereka.
“Saya melihat banyak sekali jenazah di wilayah terdampak, tapi saya tidak bisa mengatakan itu secara gamblang kepada keluarga yang masih berharap mereka bisa ditemukan,” ujar Khadka.
Banjir besar yang melanda Nepal pada akhir Agustus menyebabkan kerusakan luas dan memicu operasi pencarian berskala besar. Data pemerintah Nepal pada 2 September mencatat 1.114 jenazah telah ditemukan, sementara 3.916 orang masih dinyatakan hilang.
Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan di berbagai wilayah terdampak, termasuk dengan mengerahkan helikopter ke daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Sejumlah keluarga juga mendatangi fasilitas kesehatan dan lokasi identifikasi jenazah untuk mencari informasi mengenai kerabat mereka yang belum ditemukan.
Besarnya jumlah warga yang masih hilang membuat proses pencarian menjadi tantangan bagi tim penyelamat. Kondisi medan yang terdampak banjir serta sulitnya menjangkau sejumlah lokasi membuat helikopter menjadi salah satu sarana penting untuk menyisir daerah yang tidak dapat diakses melalui jalur darat.
Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, ribuan keluarga terus menanti kepastian mengenai nasib kerabat mereka. Pengalaman Khadka menggambarkan beratnya situasi yang dihadapi tim penyelamat, yang tidak hanya harus mencari korban di tengah wilayah terdampak bencana, tetapi juga menghadapi harapan keluarga yang masih menunggu anggota mereka ditemukan.
Akbari Danico – Redaksi

