PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) membatalkan 12 perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek mulai 7 hingga 30 September 2026. Penyesuaian tersebut dilakukan sebagai dampak pekerjaan perawatan infrastruktur dan pengerjaan fisik proyek modernisasi sistem persinyalan di sejumlah koridor utama.
Pembatalan menyasar beberapa rute dengan tingkat kepadatan penumpang tinggi, termasuk lintas Bogor–Jakarta Kota dan Cikarang atau Bekasi–Kampung Bandan. KCI mengimbau pengguna Commuter Line mencermati jadwal terbaru agar dapat menyesuaikan waktu perjalanan selama pekerjaan berlangsung.
Pengurangan frekuensi perjalanan berpotensi meningkatkan kepadatan penumpang pada layanan yang masih beroperasi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, KCI menyiapkan rekayasa pola operasi dan mengoptimalkan kapasitas angkut pada rangkaian kereta lain, terutama selama jam sibuk.
Petugas di stasiun terdampak juga diarahkan untuk memberikan informasi secara berkala kepada penumpang. Pengaturan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran pergerakan pengguna di area peron dan mengurangi dampak pembatalan perjalanan.
Menurut operator, penyesuaian operasional merupakan bagian dari pekerjaan pemeliharaan dan peningkatan kualitas infrastruktur perkeretaapian Jabodetabek. Modernisasi sistem persinyalan diharapkan dapat meningkatkan keandalan pengaturan perjalanan kereta sekaligus mendukung keselamatan operasional.
Pekerjaan infrastruktur juga diperlukan untuk memastikan sarana dan prasarana tetap berada dalam kondisi optimal menghadapi kebutuhan perjalanan yang tinggi. Karena itu, pembatalan sementara sejumlah perjalanan dipandang sebagai konsekuensi dari proses peningkatan layanan dalam jangka panjang.
KCI menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan selama periode penyesuaian jadwal tersebut. Pengguna diharapkan merencanakan perjalanan dengan mempertimbangkan perubahan jadwal dan memanfaatkan layanan alternatif yang tersedia apabila diperlukan.
Operator juga menegaskan bahwa rekayasa operasi akan dilakukan untuk menjaga kapasitas layanan selama pekerjaan berlangsung. Setelah pemeliharaan dan modernisasi selesai, langkah tersebut diharapkan dapat mendukung perjalanan KRL Jabodetabek yang lebih andal dan aman.
Alexander Jason – Redaksi

