Football Sports World

Juru Bicara Konfederasi Konfirmasi Gianni Infantino Kembali Maju dalam Pemilihan Presiden FIFA

Juru bicara FIFA mengonfirmasi bahwa Presiden FIFA, Gianni Infantino, tetap berkomitmen mencalonkan diri dalam Pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027. Pencalonan tersebut akan menjadi upaya Infantino untuk memperoleh masa jabatan keempat yang berpotensi membuatnya memimpin organisasi hingga 2031.

Kepastian ini muncul di tengah kritik dan tekanan politik dari sejumlah konfederasi sepak bola dunia. FIFA menegaskan bahwa rencana pencalonan yang telah diumumkan sejak April tidak mengalami perubahan.

Rencana Infantino maju kembali mendapat sorotan setelah kebijakan komersialisasi turnamen FIFA memicu kontroversi. FIFA sebelumnya berencana menjual sekitar 20 persen saham di Piala Dunia dan sejumlah kompetisi lainnya kepada investor swasta.

Gagasan tersebut mendapat penolakan dari sejumlah anggota federasi sehingga akhirnya dibatalkan. Kontroversi ini kemudian berkembang menjadi persoalan politik olahraga yang turut memengaruhi dukungan terhadap kepemimpinan Infantino.

Tiga konfederasi besar, yakni Union of European Football Associations (UEFA) dari Eropa, Asian Football Confederation (AFC) dari Asia, dan Confederation of North, Central America and Caribbean Association Football (CONCACAF), termasuk pihak yang menyerukan penolakan terhadap pencalonan Infantino dan mendesaknya untuk mundur.

Meski menghadapi tekanan dari ketiga kawasan tersebut, Infantino masih memiliki basis dukungan kuat dari Confederation of African Football (CAF) dan Confederación Sudamericana de Fútbol (CONMEBOL). Peta dukungan ini menunjukkan bahwa pemilihan mendatang berpotensi menjadi pertarungan politik yang cukup kompleks. Konsolidasi suara antar-konfederasi akan menjadi faktor penting dalam menentukan peluang Infantino mempertahankan kekuasaannya.

Konfirmasi FIFA sekaligus meredam spekulasi mengenai kemungkinan Infantino membatalkan pencalonannya akibat tekanan yang berkembang. Perhatian kini beralih pada proses pendaftaran kandidat serta upaya masing-masing pihak menggalang dukungan menjelang Kongres FIFA 2027.

Persaingan tersebut tidak hanya akan menentukan siapa yang memimpin FIFA, tetapi juga dapat memengaruhi arah kebijakan dan tata kelola sepak bola internasional. Dengan demikian, dinamika politik menjelang pemilihan akan menjadi ujian penting bagi legitimasi kepemimpinan FIFA di masa mendatang.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...