PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan kereta cepat Whoosh rute Jakarta-Bandung tetap beroperasi secara aman dan normal meski sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau meluas. KCIC menerapkan pemantauan berlapis yang melibatkan unit operasi, keselamatan, sarana, dan prasarana untuk mengantisipasi potensi gangguan.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan KA Konfirmasi juga dijalankan sebelum perjalanan penumpang untuk memastikan kondisi jalur dan perangkat pendukung. Hingga Senin, seluruh sarana dan prasarana Whoosh dilaporkan berfungsi normal tanpa kendala yang mengganggu perjalanan.
Pemantauan dilakukan melalui Operation Control Center (OCC) dan pemeriksaan langsung di sepanjang jalur Whoosh yang memiliki panjang 142,3 kilometer. KCIC memeriksa berbagai komponen, termasuk jaringan listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS), pasokan daya, rel, persinyalan, serta wesel.
Sistem akan memberikan peringatan melalui OCC apabila mendeteksi kondisi yang tidak normal, bahkan dapat secara otomatis menurunkan kecepatan kereta dalam kondisi tertentu. Jalur terbuka menjadi perhatian khusus karena lebih berpotensi terpapar abu vulkanik dibandingkan bagian jalur lainnya.
Dari sisi operasional, KCIC juga memantau laporan masinis terkait kondisi jarak pandang selama perjalanan. Hingga saat ini, jarak pandang masih normal dan tidak mengganggu operasional Whoosh, sementara rangkaian kereta dilengkapi wiper dengan sistem semprotan air untuk membersihkan debu atau abu dari kaca depan.
Jika kondisi memburuk, masinis akan menyesuaikan kecepatan berdasarkan situasi lapangan dan prosedur keselamatan yang berlaku. KCIC turut memantau kondisi filter udara serta kamera pengawas atau Closed-Circuit Television (CCTV) yang mengawasi pantograf.
Pemeriksaan juga mencakup berbagai komponen prasarana, seperti sistem isolasi, jaringan listrik aliran atas, gardu, persinyalan, dan mekanisme wesel. Pemantauan dilakukan di seluruh jalur yang terdiri atas 82,7 kilometer jalur layang, 42,78 kilometer jalur sebidang, serta 13 terowongan dengan total panjang 16,82 kilometer.
Hingga Senin, seluruh perangkat tersebut masih dilaporkan berfungsi normal dan belum terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. KCIC menegaskan bahwa pemantauan akan terus dilakukan dengan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama.
Alexander Jason – Redaksi

