Kebakaran yang melanda pabrik plastik milik PT Technoplastika Prima Perdana di Desa Sentul Jaya, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, belum sepenuhnya padam setelah berlangsung sekitar 48 jam. Sebanyak 33 kepala keluarga (KK) di sekitar lokasi terpaksa mengungsi akibat terdampak asap kebakaran.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan petugas masih bersiaga untuk memadamkan api yang hingga Selasa (8/9) belum sepenuhnya padam.
BPBD Kabupaten Tangerang mengerahkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran dan 35 personel untuk menangani kebakaran tersebut. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan saat awal kejadian, ketika 12 unit dikerahkan.
Taufik mengatakan sebanyak 33 keluarga di sekitar lokasi telah diungsikan sementara karena terdampak asap kebakaran. Namun, sebagian warga lainnya masih memilih bertahan di rumah atau mengungsi ke tempat keluarga.
Selain itu, satu rumah warga mengalami kerusakan setelah tertimpa runtuhan bangunan pabrik yang terbakar. BPBD masih melakukan penanganan terhadap dampak kebakaran di sekitar lokasi.
Menurut Taufik, banyaknya material yang mudah terbakar menjadi salah satu kendala bagi petugas dalam proses pemadaman. Meski demikian, kondisi api disebut sudah jauh berkurang dibandingkan hari sebelumnya.
Taufik berharap seluruh titik api dapat dipadamkan pada Selasa (8/9), sehingga proses penanganan kebakaran dapat segera diselesaikan.
Kebakaran pabrik tersebut pertama kali dilaporkan terjadi pada Minggu (6/9) sekitar pukul 12.08 WIB. Hingga Selasa siang, petugas masih melakukan pemadaman karena sejumlah titik api sempat kembali membesar.
Atas kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Tangerang memperkirakan kerugian akibat kebakaran pabrik plastik itu mencapai Rp10 miliar.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

