Regional

Banten Perpanjang PJJ hingga 11 September, Kasus ISPA Dilaporkan Capai 4.500

Pemerintah Provinsi Banten memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) hingga Jumat (11/9). Kebijakan ini dilakukan menyusul lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA akibat paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Gubernur Banten, Andra Soni, mengatakan jumlah kasus ISPA di wilayahnya saat ini mencapai sekitar 4.500 kasus. Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan kondisi normal yang berada di kisaran 2.000 kasus.

Andra menyebut perpanjangan PJJ diperlukan untuk menjaga kesehatan para siswa di tengah kondisi tersebut. Pemerintah Provinsi Banten juga terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Siaga atau Level III.

Menurut Andra, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau telah menurun berdasarkan hasil peninjauan dari pos pengamatan. Namun, gunung tersebut masih mengeluarkan abu hitam yang pergerakannya bergeser ke arah samudra.

Sementara itu, berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), masyarakat dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer. Masyarakat juga diwajibkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Pasauran, M. Nugraha Kartadinata, mengatakan aktivitas erupsi saat ini masih bertipe strombolian. Erupsi tersebut berpotensi melontarkan material hingga lebih dari dua kilometer. Ia mengimbau masyarakat maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas di dalam radius bahaya demi keselamatan.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...