Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk membahas tindak lanjut tawaran bantuan dari Malaysia dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, tawaran bantuan tersebut perlu dibahas lintas kementerian dan lembaga sebelum pemerintah menentukan kebutuhan yang akan disampaikan kepada Malaysia.
“Untuk tawaran bantuan Malaysia ini, tentu akan kami pelajari dan koordinasinya tentu dilakukan secara lintas kementerian/lembaga, termasuk dengan Kementerian Luar Negeri dan kementerian/lembaga teknis terkait,” kata Berton, Kamis (10/9).
Berton menjelaskan, apabila koordinasi sudah menghasilkan kepastian, BNPB akan menyampaikan kepada Pemerintah Malaysia mengenai bentuk bantuan yang dibutuhkan untuk penanganan karhutla.
Menurutnya, bantuan dari negara lain perlu dikoordinasikan dan disepakati oleh kedua pemerintah agar dapat disalurkan secara efektif. Hal tersebut mencakup mekanisme pemberian bantuan, bentuk bantuan, kebutuhan operasional, hingga penggunaan aset udara.
“Mekanisme, bentuk bantuan, kebutuhan operasional, termasuk penggunaan aset udara, perlu dikoordinasikan dan disepakati terlebih dahulu oleh kedua pemerintah agar bantuan yang diberikan benar-benar efektif dan aman di lapangan,” ujarnya.
BNPB juga menyambut positif kesiapan Malaysia untuk membantu Indonesia menangani karhutla. Berton mengatakan dukungan internasional dapat diterima selama bantuan tersebut sesuai dengan kebutuhan di lapangan serta mengikuti mekanisme kerja sama antar-pemerintah yang berlaku.
Sebelumnya, Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia Datuk Seri Arthur Joseph Kurup menyatakan kesiapan negaranya untuk membantu Indonesia menangani karhutla sekaligus mengurangi risiko kabut asap lintas batas.
Dikutip dari kantor berita Malaysia Bernama, Arthur mengatakan Malaysia siap memberikan bantuan apabila Indonesia membutuhkannya. Bentuk dan cakupan bantuan akan dibahas lebih lanjut bersama otoritas Indonesia dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.
Malaysia menawarkan sejumlah kemampuan untuk mendukung penanganan karhutla, di antaranya operasi _water bombing_ menggunakan helikopter, pemadaman menggunakan pesawat amfibi, serta operasi penyemaian awan atau _cloud seeding_ untuk menghasilkan hujan buatan.
Kesiapan tersebut melibatkan sejumlah lembaga Malaysia, termasuk Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia, Badan Penegakan Maritim Malaysia, Departemen Meteorologi Malaysia, serta Angkatan Udara Diraja Malaysia.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

