Metropolitan

27 Pelajar DKI Ikuti Pembekalan Bela Negara Pascademo 27 Agustus

Sebanyak 27 pelajar asal DKI Jakarta mengikuti pembekalan bela negara di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, setelah sebelumnya berada di Polda Metro Jaya pascademonstrasi pada 27 Agustus 2026. Program tersebut merupakan inisiatif Kementerian Pertahanan bersama Polda Metro Jaya.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. menyambut baik pelaksanaan program tersebut karena dinilai dapat mendorong para pelajar untuk lebih menghargai dan menyayangi negaranya. Menurutnya, program bela negara tersebut tidak hanya diikuti oleh pelajar dari Jakarta. Sejumlah siswa dari wilayah lain seperti Tangerang, Bekasi, Tangerang Selatan, Bogor, dan Depok juga mengikuti pembekalan tersebut.

Pramono mengatakan bahwa dari 29 siswa asal Jakarta yang pada awalnya diberangkatkan untuk mengikuti program, sebanyak 27 siswa akhirnya mengikuti pembekalan. Ia tidak menjelaskan lebih jauh mengenai materi maupun bentuk pendidikan yang diberikan kepada para siswa selama mengikuti program tersebut.

Ia meminta informasi tersebut ditanyakan langsung kepada Kementerian Pertahanan dan Polda Metro Jaya sebagai pihak yang menjalankan program.

Pramono juga menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak terlibat dalam pelaksanaan program bela negara tersebut.

Sementara itu, berdasarkan informasi Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana yang dilansir detikcom, pembekalan bela negara di Bogor diikuti oleh 151 siswa.

Dari jumlah tersebut, 29 siswa berasal dari Jakarta. Mereka terdiri atas 12 siswa sekolah menengah kejuruan atau SMK, tujuh siswa sekolah menengah atas atau SMA, empat siswa sekolah menengah pertama atau SMP, serta empat peserta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau PKBM. Selain itu, terdapat satu siswa dari Sanggar Kegiatan Belajar atau SKB dan satu siswa sekolah dasar atau SD.

Nahdiana mengatakan para siswa tersebut sebelumnya berada di Polda Metro Jaya setelah demonstrasi yang berlangsung pada 27 Agustus 2026. Namun, ia menegaskan keterlibatan seluruh siswa tersebut dalam aksi demonstrasi belum dapat dipastikan.

Menurut Nahdiana, keberadaan mereka di Polda Metro Jaya setelah demonstrasi tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh siswa tersebut ikut melakukan aksi. Karena itu, pihaknya belum dapat memastikan apakah seluruh 29 pelajar tersebut benar-benar terlibat dalam demonstrasi.

Program pembekalan bela negara ini kemudian diikuti oleh 27 dari 29 siswa asal Jakarta yang sebelumnya diberangkatkan. Sementara itu, pelaksanaan program secara keseluruhan melibatkan 151 pelajar dari Jakarta maupun sejumlah daerah lainnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungannya terhadap program tersebut, tetapi menyerahkan penjelasan mengenai materi dan proses pembekalan kepada Kementerian Pertahanan dan Polda Metro Jaya sebagai pihak yang menjalankan pendidikan bela negara.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...