World

Anggota Parlemen Iran Peringatkan Timur Tengah di Ambang Perang Dunia III

Anggota parlemen Iran dari Tehran, Kamran Ghazanfari, menyebut kawasan Timur Tengah secara praktis berada di ambang Perang Dunia III. Ia mengaitkan peringatan tersebut dengan meningkatnya ketegangan dalam sejumlah konflik internasional.

Dalam wawancara dengan kantor berita resmi Iran Labour News Agency atau ILNA, Ghazanfari mengatakan situasi saat ini secara praktis telah berada di ambang Perang Dunia III. Pernyataan tersebut dikutip The Jerusalem Post pada Rabu (9/9).

Ghazanfari menyoroti dukungan NATO terhadap Ukraina dalam perang melawan Rusia sebagai salah satu faktor yang menurutnya dapat meningkatkan risiko meluasnya konflik. Ia juga menyebut ketegangan antara Rusia dengan Inggris dan Jerman sebagai bagian dari situasi yang perlu diperhatikan.

Menurut Ghazanfari, perkembangan konflik Rusia-Ukraina berpotensi melibatkan negara-negara Eropa lainnya. Ia kemudian mengaitkan kondisi tersebut dengan perselisihan antara Amerika Serikat dan China mengenai Taiwan yang disebutnya sebagai salah satu titik konflik besar lainnya di dunia.

Selain memperingatkan mengenai potensi meluasnya konflik, Ghazanfari juga menyinggung kemungkinan Iran keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir atau NPT.

Ia mengatakan isu mengenai kemungkinan Iran keluar dari NPT berpeluang kembali masuk dalam agenda parlemen Iran. Namun, dalam laporan tersebut tidak disebutkan adanya keputusan resmi parlemen Iran untuk keluar dari perjanjian tersebut.

Ghazanfari sebelumnya dikenal sebagai politikus Iran yang mengkritik kemungkinan tercapainya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat. Pada Juni lalu, ketika Iran dan AS disebut berpeluang mencapai kesepakatan, ia mengkritik nota kesepahaman atau MoU antara kedua negara.

Ia menilai kesepakatan apa pun dengan Amerika Serikat tidak akan memiliki legitimasi dan tidak mengikat. Ghazanfari juga memperingatkan tim negosiasi Iran agar tidak melewati garis merah yang telah ditetapkan Pemimpin Tertinggi Iran.

Menurut Ghazanfari, Amerika Serikat telah berulang kali mengancam Iran dan anggota tim negosiasinya selama pembicaraan yang berlangsung selama dua bulan. Ia juga menilai kesepakatan yang dicapai dalam kondisi tersebut tidak memiliki keabsahan berdasarkan hukum internasional.

Ghazanfari sebelumnya juga menyampaikan peringatan mengenai kemungkinan operasi militer yang lebih luas oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ia bahkan mengeklaim kedua negara tersebut mungkin berencana merebut sejumlah pulau milik Iran di wilayah selatan.

Ia menyebut terdapat bukti dan tanda-tanda bahwa Amerika Serikat dan Israel sedang merencanakan operasi berskala besar. Menurut klaimnya, kedua negara itu mungkin telah membawa pasukan dan peralatan dalam jumlah besar ke kawasan tersebut.

Namun, Ghazanfari diketahui pernah menyampaikan sejumlah klaim kontroversial. Salah satunya adalah klaim bahwa Presiden Iran Ebrahim Raisi dibunuh Israel dan sekutunya pada 2024. Tuduhan tersebut merupakan klaim politikus tersebut dan tidak menjadi kesimpulan resmi mengenai penyebab kecelakaan.

Pernyataan terbaru Ghazanfari mengenai ancaman Perang Dunia III kembali muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan sejumlah negara lain serta meluasnya konflik yang melibatkan kekuatan besar dunia.

Reinasya Mutiara Sringidnari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...