Regional

Semburan Lumpur Kebocoran Proyek Pipa Gas di Bekasi Tutup Akses Aktivitas Warga

Pekerjaan proyek horizontal directional drilling atau HDD pipa gas jalur Cikampek-Pelumpang di Desa Telagamurni, Kabupaten Bekasi, diduga menyebabkan keluarnya lumpur ke kawasan permukiman.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 9 September 2026, sekitar pukul 04.00 WIB tersebut dilaporkan berdampak pada belasan rumah serta mengganggu akses jalan warga.

Warga menyebut lumpur dengan ketebalan sekitar 20 sentimeter menyembur perlahan dari titik pekerjaan dan kemudian mengalir ke sejumlah pekarangan. Meski sempat menimbulkan kepanikan karena proyek berkaitan dengan jaringan pipa gas, material yang keluar dipastikan warga berupa lumpur, bukan gas.

Warga mengatakan keluarnya lumpur dari area proyek bukan kejadian pertama selama pekerjaan berlangsung.

Fery, salah seorang warga, menyebut sebelumnya sempat terjadi ketegangan antara masyarakat dan pihak proyek terkait dampak pekerjaan serta persoalan kompensasi.

Warga lainnya, Enja, mengaku beberapa kali melihat material keluar dari titik pekerjaan dan bahkan harus membersihkan rumahnya berulang kali setelah terdampak lumpur. Kondisi tersebut membuat warga meminta pelaksana proyek segera membersihkan lingkungan, memperbaiki fasilitas yang terdampak, dan memastikan tanggung jawab terhadap kerugian masyarakat.

Sementara itu, Humas subkontraktor proyek PT Mulia Tehnik Toolsindo, Fikri, mengatakan pihaknya sedang mendata rumah warga yang terdampak sebagai dasar penanganan dan pengajuan kompensasi. Mengenai penyebab keluarnya lumpur, pihak proyek menduga kontur tanah di sekitar lokasi yang rendah membuat material keluar melalui titik tertentu ketika proses penarikan pipa berlangsung. Karena itu, penyebab pasti kejadian masih dalam penanganan dan belum dapat disimpulkan sebagai kebocoran pipa gas. Pihak proyek juga telah berkoordinasi dengan RT, RW, dan pemerintah setempat untuk memastikan proses pemulihan dapat dilakukan.

Pembersihan lumpur menjadi prioritas dengan menyiapkan mobil penyedot atau mobil dam untuk mengangkut material dari rumah dan fasilitas warga yang terdampak. Fikri memastikan akses jalan serta infrastruktur masyarakat yang terdampak akan diperbaiki dan dikembalikan ke kondisi semula. Penanganan tersebut menjadi penting untuk memulihkan aktivitas warga sekaligus meredakan kekhawatiran masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi proyek.

Di sisi lain, pekerjaan pembangunan jalur pipa gas tetap berlangsung sehingga pengawasan terhadap dampak pekerjaan dan komunikasi dengan warga menjadi semakin penting.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...