National

BMKG: Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Lagi Terdeteksi di Udara Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda tak lagi terdeteksi di ruang udara Indonesia berdasarkan hasil pemantauan citra satelit terbaru.

Plh Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramudawardani mengatakan kondisi tersebut terpantau sejak Kamis (10/9) sekitar pukul 01.00 WIB.

“Dari hasil pemantauan citra satelit sejak dini hari tadi sekitar pukul 01.00 WIB, sebaran debu vulkaniknya sendiri sudah tidak lagi terdeteksi,” kata Ida dalam diskusi publik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/9).

Menurut Ida, kondisi tersebut menunjukkan sebaran abu vulkanik dari erupsi sebelumnya telah bergerak menjauh dari wilayah daratan Indonesia. Material abu terbawa angin ke arah barat dan saat ini berada pada lapisan atmosfer di atas Samudra Hindia.

Dengan tidak lagi terdeteksinya sebaran abu pada citra satelit, potensi paparan abu vulkanik di atmosfer wilayah Indonesia juga berangsur menurun. Namun, BMKG tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi atmosfer di wilayah terdampak.

Sebelumnya, BMKG juga melakukan pemantauan melalui citra satelit dan pengujian paper test di sejumlah titik untuk memastikan kondisi ruang udara dan area landasan bandar udara setelah terdampak sebaran abu vulkanik. Pada 8 September 2026, BMKG menyatakan sejumlah bandara telah kembali beroperasi setelah hasil pengujian menunjukkan negatif abu vulkanik.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...