Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan perusahaan aluminium asal Rusia, United Company Rusal (UC Rusal), berencana membangun fasilitas hilirisasi bauksit menjadi alumina di Kalimantan.
Bahlil mengatakan rencana tersebut merupakan bagian dari kerja sama investasi yang dibahas dalam rangkaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia pada awal September 2026.
“Mereka akan membangun hilirisasi dari bauksit untuk menjadi alumina dan itu di daerah Kalimantan,” ujar Bahlil ditemui di kantornya, Jumat (11/9).
Menurut Bahlil, proses perizinan proyek tersebut saat ini sudah mendekati tahap final. Rusal juga akan menggandeng pengusaha dalam negeri dalam pengembangan fasilitas tersebut.
Bahlil mengatakan bahwa untuk saat ini pemerintah dan Rusal tengah mengurus perizinan pembangunan. Nanti, kerja sama dilakukan dengan perusahaan dalam negeri.
Meski demikian, Bahlil belum mengungkapkan nilai investasi proyek tersebut. Besaran investasi masih menunggu penyelesaian studi kelayakan atau feasibility study (FS).
Rencana masuknya Rusal ke Indonesia sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9).
Dalam forum tersebut, Prabowo mengatakan Rusal akan masuk ke Indonesia dalam skala besar dan mengembangkan fasilitas pengolahan bersama kelompok usaha Indonesia.
Pemerintah Indonesia sebelumnya memang mendorong perusahaan-perusahaan Rusia untuk berinvestasi dan mengembangkan industri di Tanah Air. Prabowo mengajak pelaku usaha Rusia untuk bekerja sama dalam membangun industri dan menciptakan nilai tambah bersama di Indonesia.
Rencana kerja sama dengan Rusal menjadi salah satu bentuk pengembangan hilirisasi mineral di Indonesia, khususnya untuk meningkatkan nilai tambah komoditas bauksit sebelum diproses menjadi produk turunan seperti alumina.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

