World

China Tolak Tuduhan Keterlibatan dalam Serangan Iran ke Pangkalan AS

Pemerintah China membantah tuduhan bahwa entitas dari negaranya memasok citra satelit pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Yordania kepada Iran. Bantahan tersebut disampaikan setelah muncul laporan mengenai dugaan penggunaan citra satelit dalam serangan Iran terhadap pangkalan yang menampung pasukan AS.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menolak tuduhan tersebut dalam konferensi pers rutin di Beijing, Senin (14/9/2026). Ia menyebut tuduhan terhadap China tidak memiliki dasar dan bukti.

“Kami secara tegas menolak kecurigaan dan tuduhan tanpa dasar tanpa bukti,” kata Guo.

Tuduhan tersebut sebelumnya muncul dalam laporan Wall Street Journal pada Jumat (11/9/2026). Laporan itu menyebut entitas China diduga menyuplai citra satelit pangkalan militer di Yordania kepada Teheran sebelum dan sesudah serangan Iran pada 17 Juli lalu.

Serangan tersebut menargetkan Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania yang menjadi lokasi penempatan pasukan AS. Dalam serangan itu, tiga prajurit AS dilaporkan tewas.

Meski demikian, laporan tersebut tidak menyebut secara rinci entitas China yang diduga terlibat. Pejabat AS yang menjadi sumber laporan juga tidak menyatakan bahwa pemerintah Beijing bertanggung jawab secara langsung atas dugaan pemberian citra satelit kepada Iran.

Wall Street Journal melaporkan pihak China meminta bukti ketika pejabat AS mendesak Beijing terkait tuduhan tersebut. China juga menolak mengakui adanya perusahaan dari negaranya yang terlibat dalam pemberian citra satelit kepada Teheran.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump memberikan respons berbeda terhadap laporan tersebut. Trump mengaku tidak terlalu mempermasalahkan dugaan bahwa entitas China memasok citra satelit pangkalan militer AS di Yordania kepada Iran.

“Ketika mereka mengatakan bahwa China memata-matai kita, saya katakan Anda benar, dan kita juga memata-matai mereka,” ujar Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One pada Minggu (13/9/2026).

“Itulah yang kita lakukan. Pada dasarnya mereka melakukan apa yang kita lakukan,” lanjut Trump, sebagaimana dilansir AFP.

Isu tersebut muncul ketika hubungan Washington dan Beijing berpotensi menghadapi ketegangan baru. Hal ini terjadi menjelang rencana kunjungan kenegaraan Presiden China Xi Jinping ke Gedung Putih pada 24 September mendatang.

Meski begitu, Trump mengatakan hubungannya dengan Xi Jinping masih relatif terjaga. Ia menggambarkan hubungan keduanya dengan menyebut Xi bersikap cukup baik dan AS juga bersikap baik terhadap pemimpin China tersebut.

China sendiri diketahui menjadi mitra ekonomi utama Iran. Negara tersebut membeli sebagian besar produksi minyak Iran sekaligus menjadi salah satu penyokong diplomatik penting bagi Teheran.

Trump sebelumnya juga telah memperingatkan Beijing agar tidak menjual senjata kepada Iran.

Dengan adanya bantahan China tersebut, tuduhan mengenai keterlibatan entitas China dalam penyediaan citra satelit untuk Iran masih menjadi persoalan yang diperdebatkan di tengah meningkatnya ketegangan antara AS, China, dan Iran.

Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...