National

Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Akan Naik Berapapun Fluktuasi Harga Minyak Dunia

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan naik hingga 31 Desember 2026. Kebijakan tersebut tetap berlaku meski harga minyak mentah dunia telah mencapai sekitar US$106 per barel, jauh di atas asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar US$70 per barel.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyebut harga rata-rata minyak mentah nasional sejak Januari hingga September berada di kisaran US$85–US$90 per barel. Kondisi ini berpotensi meningkatkan beban subsidi energi yang harus ditanggung pemerintah.

Di tengah tingginya harga minyak dan gejolak geopolitik di Timur Tengah, pemerintah berupaya mencari sumber pasokan mentah dari berbagai negara. Indonesia tidak hanya mengandalkan kawasan Timur Tengah, tetapi juga menjajaki pasokan dari negara-negara Afrika seperti Angola.

Pemerintah juga telah memperoleh pasokan minyak mentah dari sejumlah negara, termasuk Rusia. Ketersediaan barang dan harga yang kompetitif menjadi pertimbangan utama dalam menentukan sumber pasokan.

Pemerintah menilai stabilitas harga BBM perlu dijaga karena bahan bakar berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi. Kenaikan harga minyak global berpotensi meningkatkan biaya energi serta memberikan tekanan terhadap daya beli masyarakat jika langsung diteruskan ke konsumen.

Karena itu, pemerintah berupaya merumuskan kebijakan agar gejolak pasar minyak internasional tidak secara langsung membebani masyarakat. Kebijakan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa subsidi masih menjadi instrumen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga energi domestik.

Bahlil menegaskan bahwa kepastian harga tersebut secara khusus berlaku untuk BBM bersubsidi. Dengan demikian, perubahan harga minyak mentah dunia tidak akan menjadi dasar untuk menaikkan harga BBM subsidi hingga akhir tahun.

Kebijakan ini memberikan kepastian bagi masyarakat sekaligus menuntut pemerintah mengelola anggaran subsidi secara hati-hati di tengah harga minyak yang tinggi. Tantangan berikutnya adalah menjaga pasokan dan kesehatan fiskal tanpa mengorbankan stabilitas harga BBM bagi masyarakat.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...