Regional

Debit Sungai Cisadane Menurun Drastis, Pintu Air 10 Tangerang Terpaksa Ditutup

Debit air Sungai Cisadane yang mengalir menuju Bendung Pasar Baru atau Pintu Air 10, Kota Tangerang, terus menurun di tengah musim kemarau. Kondisi tersebut membuat seluruh pintu air di bendung ditutup untuk menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan irigasi dan penggunaan lainnya.

Kepala UPTD Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidurian-Cisadane, Didik Purwanto, mengatakan tren penurunan debit masih berlangsung. Tinggi muka air di kawasan Pintu Air 10 sebelumnya tercatat sekitar 11,55 meter, sementara kondisi normal berada di kisaran 12,40 meter. Penurunan tersebut terjadi setelah pasokan air dari wilayah hulu Bogor berada di bawah kondisi normal.

Meski mengalami penurunan, ketersediaan air masih dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dari saluran yang tersedia. Namun, pengelola mulai mengantisipasi kemungkinan penurunan lebih lanjut karena kebutuhan air di wilayah hilir tetap harus dipenuhi.

Untuk menjaga ketersediaan air, pengelola melakukan pengaturan elevasi, terutama untuk kebutuhan irigasi. Langkah tersebut dilakukan agar volume air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pengguna. Bendung Pintu Air 10 di Kota Tangerang juga telah ditutup total selama hampir tiga bulan sebagai bagian dari pengaturan aliran. Petugas sempat membuka pintu bendung beberapa kali untuk menangani sampah atau material yang menghambat aliran air.

Pengelola terus memantau kondisi Sungai Cisadane sekaligus berkoordinasi dengan perusahaan daerah air minum atau PDAM terkait ketersediaan air dan kondisi bendung. Koordinasi tersebut menjadi langkah antisipasi apabila debit sungai kembali turun hingga memasuki kondisi kritis.

Di tengah penurunan debit, sejumlah bagian sungai mulai memperlihatkan permukaan tanah dan bebatuan akibat berkurangnya volume air. Kondisi tersebut menunjukkan dampak langsung dari berkurangnya volume air yang harus dibagi untuk berbagai kebutuhan.

Pihak UPT DAS Cidurian-Cisadane mengimbau masyarakat dan seluruh pengguna air agar menggunakan air seefisien mungkin selama musim kemarau. Penghematan diperlukan untuk menjaga cadangan yang tersedia sekaligus memastikan kebutuhan di wilayah hilir tetap dapat terpenuhi.

Pengaturan aliran dan pemantauan debit akan terus dilakukan selama kondisi kering masih berlangsung. Dengan koordinasi bersama pengelola air dan masyarakat, penggunaan sumber daya Cisadane diharapkan tetap terkendali hingga kondisi debit kembali membaik.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...