Indonesian Horror Film Festival Melbourne (IHFFM) 2026 akan digelar di The Capitol, 113 Swanston Street, Melbourne, Australia, pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Festival tersebut akan menghadirkan lima film Indonesia sekaligus memperkenalkan beragam cerita dan unsur budaya lokal melalui genre horor.
IHFFM 2026 resmi diperkenalkan melalui konferensi pers dan peluncuran di Jakarta, Kamis (17/9/2026). Mengangkat tema perkembangan film horor Indonesia dan potensinya di tingkat global, festival ini tidak hanya menghadirkan pemutaran film, tetapi juga membawa cerita serta kekayaan budaya Indonesia ke hadapan penonton internasional.
Project Director IHFFM 2026, Sulistyawan Wibisono, mengatakan film yang masuk dalam kurasi festival dipilih dengan mempertimbangkan kuatnya unsur budaya lokal yang hadir dalam cerita.
Sebanyak lima film Indonesia dijadwalkan tayang dalam IHFFM 2026. Film-film tersebut adalah Malam 3 Yasinan, Ritual Gaib – Nyai Randasura, Kuyank Saranjana The Island, Sukma, serta The Raid dalam versi remaster 4K.
Melalui film-film tersebut sekaligus menjadi medium untuk memperkenalkan cerita, budaya, dan mitologi Indonesia melalui genre horor. Festival ini juga mengangkat pembahasan mengenai perkembangan industri film horor nasional serta peluangnya menembus pasar internasional.
Tak hanya pemutaran film, IHFFM 2026 diharapkan dapat membuka peluang distribusi dan pemutaran film Indonesia di Australia. Festival ini juga menjadi ruang untuk mendorong kolaborasi antara pelaku industri perfilman Indonesia dan Australia.
Diaspora Indonesia di Australia turut menjadi bagian penting dalam upaya memperkenalkan budaya dan ekonomi kreatif Indonesia melalui penyelenggaraan festival tersebut.
Menurut Sulistyawan, Melbourne dipilih sebagai lokasi IHFFM 2026 karena karakter kotanya yang multikultural serta posisinya sebagai salah satu pusat kegiatan teater dan seni pertunjukan di Australia.
Melalui IHFFM 2026, film horor diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat Australia sekaligus memperluas jejaring perfilman nasional di tingkat internasional.
Dika W. Pramunegara – Redaksi

