Banjir Kanal Timur (BKT) di Cilincing, Jakarta Utara, dipenuhi tanaman mata lele hingga membuat permukaan air tampak hijau. Kondisi tersebut terjadi saat aliran air BKT melambat di tengah musim kemarau.
Unit Pengelola Sampah (UPS) Badan Air Kecamatan Cilincing telah melakukan penanganan sejak 14 September 2026. Hingga kini, sekitar 4 meter kubik tanaman mata lele telah diangkat dari permukaan BKT.
Komandan tim UPS Badan Air Kecamatan Cilincing, Syarif Hidayatullah, mengatakan penanganan dilakukan secara manual dengan menggunakan alat bantu dan pembatas agar tanaman yang mengapung dapat dikumpulkan.
Menurutnya, kondisi kemarau membuat aliran BKT menjadi lebih lambat. Aliran dari saluran Penghubung (PHB) juga turut memengaruhi kondisi tersebut. Mata lele lebih mudah berkembang pada perairan yang alirannya lambat dan mendapat cukup paparan sinar matahari.
Tanaman mata lele tersebut biasanya tidak ditemukan dalam jumlah banyak di BKT. Namun, pertumbuhannya meningkat dalam kondisi aliran air yang melambat selama musim kemarau.
Penanganan masih dilakukan oleh petugas di sejumlah titik. Pertumbuhan mata lele diperkirakan dapat berkurang ketika hujan kembali turun dan aliran air BKT kembali normal.
Kondisi permukaan BKT yang dipenuhi mata lele sebelumnya juga ramai diperbincangkan setelah videonya beredar di media sosial. Berdasarkan pantauan Kompas.com pada 18 September 2026, lapisan hijau terlihat di sejumlah bagian BKT mulai dari Pintu Air Weir 3 Marunda hingga jembatan Jalan Sekda Saefullah.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

