Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kemandirian pangan dan energi bagi Indonesia di tengah situasi geopolitik global yang diwarnai berbagai konflik dan ketegangan antarnegara.
Prabowo mengatakan Indonesia tidak boleh terlalu bergantung pada pasokan dari negara lain jika ingin memiliki kemandirian sebagai sebuah bangsa. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9).
“Kita harus swasembada pangan, kita harus swasembada energi, kita tidak boleh bergantung dengan bangsa lain, kita tidak boleh berharap kasihan bangsa lain, tidak ada negara yang kasihan sama kita,” ujar Prabowo.
Menurut Prabowo, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dan energi secara mandiri menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketahanan nasional. Ia juga mengingatkan bahwa kondisi global dapat berubah sewaktu-waktu sehingga Indonesia perlu memperkuat kemampuan domestiknya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan dan memiliki cadangan yang menurutnya cukup untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk cuaca ekstrem.
Ia juga menyinggung pengembangan bahan bakar berbasis kelapa sawit sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan energi dari luar negeri.
“Dari kelapa sawit kita bisa dapat 57 derivatif. Profesor-profesor kita, dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit,” jelasnya.
Prabowo juga mengingatkan generasi muda, termasuk para santri Gontor, agar memiliki keberanian untuk melihat kekurangan bangsa sendiri sekaligus membangun kemampuan nasional.
Ia menilai generasi muda perlu memiliki pengetahuan dan kepercayaan diri agar tidak mudah terpengaruh narasi yang menurutnya dapat melemahkan semangat bangsa. Dalam pidatonya, Prabowo juga menekankan pentingnya nilai berdikari yang menjadi salah satu bagian dari Panca Jiwa Gontor.
Prabowo menyebut nilai-nilai Panca Jiwa Gontor, yakni keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, Ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan, sejalan dengan upaya membangun bangsa yang mampu berdiri di atas kemampuan sendiri.
“Jangan punya rasa rendah diri. Jangan punya rasa kalah sebelum berjuang,” kata Prabowo dalam kesempatan tersebut.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

