Kota Bandung mulai menyiapkan sistem pengelolaan sampah yang memungkinkan limbah diolah lebih dekat dengan sumbernya. Melalui pendekatan Decentralized Waste Management atau DWM, sekitar 1.200 ton sampah berpotensi diproses setiap harinya melalui empat Sentra Waste Management (SWK).
Pengembangan sistem tersebut melibatkan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), PT Danantara Development Management Fund (DDMF), PT Rekayasa Industri (Rekind), PT Pertamina Power Indonesia (PNRE), serta Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung.
Chief Technology Officer BPI Danantara, Sigit Puji Santosa mengatakan, masing-masing dari empat SWK yang direncanakan memiliki kapasitas sekitar 300 ton sampah. Dengan demikian, total kapasitas yang diproyeksikan mencapai 1.200 ton.
Setidaknya satu hingga dua lokasi DWM ditargetkan mulai dikembangkan pada Desember 2026 atau Januari 2027. Bandung menjadi salah satu wilayah yang diprioritaskan sebelum sistem tersebut diperluas ke lokasi lainnya.
Konsep DWM dirancang untuk melengkapi pengelolaan sampah tersentralisasi melalui waste-to-energy atau WTE. Sistem ini memungkinkan sampah ditangani lebih dekat dari sumbernya, terutama di wilayah yang belum memiliki kondisi atau skala ekonomi untuk membangun fasilitas WTE berskala besar.
Pengolahan yang dilakukan lebih dekat dengan sumber sampah juga diharapkan dapat mengurangi kebutuhan pengangkutan limbah dalam jarak jauh.
Dalam pengembangannya, hasil pengolahan sampah nantinya berpeluang dimanfaatkan sebagai sumber energi maupun produk bernilai tambah. PLN EPI akan berperan sebagai calon penyerap produk yang dihasilkan dari sistem DWM.
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan, pemanfaatan limbah sebagai sumber energi sejalan dengan pengembangan biomassa yang telah dilakukan PLN melalui program cofiring.
Dalam satu tahun terakhir, PLN disebut telah memanfaatkan sekitar 2,5 juta ton biomassa. Sebagian besar atau sekitar 99 persen di antaranya berasal dari limbah agro.
Sementara itu, potensi limbah agro di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 80 juta ton per tahun. Pemanfaatan limbah tersebut dinilai dapat membuka peluang pengembangan sumber energi sekaligus produk bernilai tambah.
Meski begitu, rencana DWM di Bandung saat ini masih berada pada tahap awal. Para pihak masih perlu melakukan kajian, menentukan lokasi, menguji konsep dan teknologi, serta menyusun skema kerja sama dan pembiayaan sebelum masuk ke tahap pembangunan.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

