Korea Utara kembali menembakkan dua rudal balistik jarak pendek ke arah Laut Timur pada Minggu (20/9/2026). Kedua peluncuran berlangsung dalam rentang sekitar tiga jam dari wilayah Wonsan.
Militer Korea Selatan mengonfirmasi peluncuran tersebut dan menyebut proyektil ditembakkan ke arah Laut Timur. Jepang juga mendeteksi peluncuran itu dan memperkirakan proyektil yang digunakan merupakan rudal balistik.
Kantor Perdana Menteri Jepang melalui akun resminya di platform X menyampaikan bahwa proyektil tersebut telah jatuh di perairan. Namun, pemerintah Jepang belum merinci lokasi jatuh maupun dampak dari peluncuran tersebut.
Peluncuran terbaru ini terjadi delapan hari setelah Korea Utara menembakkan rentetan rudal balistik jarak pendek ke Laut Timur. Saat itu, Pyongyang menyebut aksi tersebut sebagai bagian dari latihan persenjataan militer.
Situasi tersebut kembali terjadi di tengah penolakan Korea Utara terhadap resolusi terbaru Badan Energi Atom Internasional atau IAEA yang mendesak Pyongyang menghentikan aktivitas program nuklirnya.
Kementerian Luar Negeri Korea Utara menegaskan bahwa resolusi tersebut tidak mengubah posisi negaranya sebagai negara pemegang senjata nuklir.
Peluncuran proyektil terbaru ini menambah ketegangan di Semenanjung Korea, sementara Jepang dan Korea Selatan terus memantau perkembangan aktivitas militer Korea Utara.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

