Pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Stasiun Bekasi belum juga rampung meski sebelumnya ditargetkan selesai pada September 2026. Pemerintah Kota Bekasi kini menargetkan proyek tersebut dapat diselesaikan paling lambat akhir tahun.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi Idi Sutanto mengatakan pengerjaan JPO masih menunjukkan perkembangan. Meski berlangsung lebih lambat dari target awal, pembangunan disebut tetap berjalan.
Idi menyebut penyesuaian konstruksi dengan kondisi lantai di Stasiun Bekasi menjadi salah satu faktor yang membuat pengerjaan membutuhkan waktu. Saat ini, bentuk pedestrian dan penataan di sekitar lokasi mulai terlihat.
JPO tersebut nantinya akan menjadi jalur utama bagi masyarakat yang hendak menyeberang di kawasan Stasiun Bekasi. Fasilitas ini diharapkan dapat mengurangi aktivitas penyeberangan langsung di bawah Jalan Juanda yang selama ini turut berdampak pada kondisi lalu lintas.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot Bekasi berencana menata median tengah Jalan Juanda agar masyarakat tidak lagi menyeberang dari bawah. Setelah JPO selesai, penyeberang akan diarahkan menggunakan fasilitas tersebut.
Penataan juga akan dilakukan di area sekitar stasiun, termasuk penertiban parkir di toko-toko yang berada di kawasan tersebut. Menurut Idi, pembenahan kawasan Stasiun Bekasi dilakukan secara bertahap dan kondisinya kini mulai lebih tertata dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Di sisi lain, pembangunan JPO ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi. Kondisi tersebut membuat kewenangan Pemkot Bekasi terhadap pelaksana proyek menjadi terbatas.
Meski begitu, Pemkot Bekasi tetap melakukan pengawasan dan mendorong agar pengerjaan terus dilanjutkan. Pemerintah kota juga telah berulang kali mengingatkan pelaksana untuk mempercepat proses pembangunan hingga proyek tersebut selesai.
Reinasya Mutiara Sringindari – Redaksi

