Operasi pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa diperluas hingga wilayah pesisir Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan pesisir utara Pulau Jawa.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin meminta masyarakat pesisir serta kapal yang melintas di kawasan tersebut melaporkan apabila menemukan benda, tanda, atau jasad yang diduga berkaitan dengan kecelakaan KM Virgo Transport 8.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator, I Putu Sudayana, mengatakan perluasan informasi kepada masyarakat dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus keluar dari wilayah pencarian utama.
Basarnas juga menerbitkan maklumat pelayaran dan memanfaatkan sistem e-broadcast untuk menyampaikan informasi kepada kapal-kapal yang melintasi Laut Jawa.
Langkah tersebut dilakukan karena posisi bangkai kapal berada di dasar laut dan sebagian korban masih berada di dalam badan kapal. Kondisi arus serta jarak lokasi kecelakaan membuat operasi pencarian membutuhkan dukungan dari berbagai unsur.
Memasuki hari ke-10 operasi SAR pada Selasa (22/9/2026), tim penyelam gabungan menemukan tiga jasad dari dalam bangkai KM Virgo Transport 8.
Ketiga korban ditemukan setelah penyelam menyusuri bagian dalam kapal yang telah tenggelam. Jasad kemudian dievakuasi menggunakan KN SAR Pacitan dan selanjutnya dibawa ke fasilitas kesehatan untuk proses identifikasi.
Berdasarkan data Basarnas hingga Selasa, sebanyak 126 orang telah ditemukan. Rinciannya 108 orang selamat dan 18 orang meninggal dunia. Sementara 117 orang lainnya masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes kapal.
Proses identifikasi korban meninggal dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) bersama unsur terkait. Dari 18 korban meninggal yang telah ditemukan, sebagian telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga, sementara korban lainnya masih menjalani proses identifikasi.
Tim penyelam juga menghadapi kendala saat berusaha mengevakuasi korban yang masih terlihat di dalam kapal. Kondisi air yang keruh dan arus yang semakin kuat membuat proses penyelaman harus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan personel.
Putu mengatakan sejumlah korban terlihat berada di dalam kamar penumpang. Beberapa di antaranya diduga terjebak sehingga proses evakuasi membutuhkan upaya khusus.
Operasi hari ke-11 dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Rabu (23/9). Tim akan memprioritaskan penyisiran bagian kamar penumpang, baik kelas ekonomi maupun eksekutif. Pemeriksaan juga dapat diperluas ke bagian kendaraan apabila kondisi bangkai kapal dinilai aman bagi penyelam.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas Special Group (BSG), TNI AL, unsur kepolisian, PT Jasalindo, serta sejumlah unsur terkait. TNI AU juga mengerahkan helikopter untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi korban.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Kapal mengalami kecelakaan di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) di tengah kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Fito Wahyu Mahendrai – Redaksi

